Gereja Ramah Anak Sehati Berikan Perlindungan Bagi Keluarga dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 23 September 2020
  • Dibaca : 856 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-242/Set/Rokum/MP 01/09/2020

 

Jakarta (23/09) Gereja memiliki peran penting dan strategis untuk bisa memberikan edukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus menjadi wadah bagi anak dan remaja dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan positif, inovatif, dan kreatif yang aman dan nyaman. Gereja juga berperan dalam memberikan perlindungan bagi anak, perempuan, dan keluarga dari tindak kekerasan. Keterlibatan gereja untuk memberikan perlindungan bagi anak khususnya merupakan misi program Gereja Ramah Anak (GRA) dan program GRA ini yang mulai dilakukan oleh Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) melaui Gerakan “Sehati Melindungi Keluarga, Anak, dan Remaja”.

“Gereja sebagai bagian dari unsur kelompok dalam masyarakat, memiliki kewajiban untuk turut serta dalam upaya Perlindungan anak. Gereja juga memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya pengasuhan dalam keluarga, membuka ruang diskusi bagi anak-anak secara aman dan nyaman, serta lembaga yang berfungsi sebagai mediator pertama bagi konflik internal keluarga. Oleh karenanya, Kemen PPPA mengembangkan Program Gereja Ramah Anak (GRA) dalam mendukung gereja untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. GRA adalah salah satu ruang publik untuk beribadah yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk dikembangkan menjadi tempat anak-anak melakukan kegiatan positif, inovatif, dan kreatif yang aman dan nyaman, dengan dukungan orangtua dan lingkungannya.  Besar harapan kami, gereja-gereja yang berada di bawah kepengurusan GBI dapat memperbanyak jumlah GRA,” tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam Webinar dan Peluncuran Gerakan Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Sehati Melindungi Keluarga, Anak, dan Remaja” yang diselenggarakan secara virtual (22/09).

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury mengatakan ada 7 (tujuh) indikator gereja yang melayani anak dengan baik. Indikator tersebut diantaranya adanya kebijakan perlindungan anak pada sinode gereja, tersedia data berdasarkan jenis kelamin dan usia anak, tersedianya anggaran yang memadai untuk bidang anak (minimal 20 persen) dari anggaran gereja, tersedia forum anak di gereja yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, tersedia program pengasuhan anak yang holistik di gereja, tersedianya sistem perlindungan anak berbasiskan gereja dan sumber daya gereja yang mempunyai kapasitas untuk mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum, serta tersedianya kelompok belajar di gereja yang diintegrasikan dengan sekolah minggu gereja.

Menteri Bintang juga mengapresiasi berbagai langkah dan upaya luar biasa yang dilakukan oleh Badan Pekerja Harian (BPH) GBI yang telah memberikan kontribusinya dalam melakukan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya di masa pandemi Covid-19. Salah satu upaya tersebut adalah Gerakan Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Sehati Melindungi Keluarga, Anak, dan Remaja”. 

“Melalui gerakan ini, GBI akan sungguh-sungguh menaruh perhatian pada perlindungan keluarga, anak, dan remaja. Kami juga berharap, di setiap GBI akan ada pembentukan Satgas Mekar (Satuan Tugas Melindungi Anak dan Remaja) di tingkat Badan Pekerja Daerah (BPD)/Badan Pekerja Luar Negeri (BPLN) pada tahun 2021, serta adanya pembentukan Be Volunteer Family di seluruh gereja lokal pada tahun 2022,” ujar Ketua Umum BPH GBI, Rubin Adi Abraham.

Tugas Satgas Mekar diantaranya memberikan perlindungan, pendampingan, dan pembinaan untuk memberikan rasa nyaman kepada korban kekerasan, memberikan penghiburan untuk menciptakan rasa tenang, membantu agar masyarakat terhubung pada informasi, layanan, dan dukungan terkait, serta melindungi korban kekerasan dari bahaya lebih lanjut.  Sementara itu, Be Volunteer Family di gereja lokal berperan meningkatkan kesadaran terkait perlindungan anak, remaja, dan keluarga dari kekerasan, mendampingi korban kekerasan dan memberikan dukungan dan rasa nyaman, serta berkoordinasi dengan tim Satgas Mekar.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo juga menyambut baik gerakan tersebut. Senada dengan gerakan yang dilakukan GBI dan program GRA, dalam program dan kegiatan BKKBN juga menerapkan Tribina, yakni membina balita, remaja, dan lansia, serta fungsi keluarga.

“Fungsi keluarga yang pertama adalah asah, yakni bagaimana membuat anak-anak kita menjadi cerdas dalam beragama, berbudaya, dan bersosialisasi. Kedua adalah asih, yakni agar anak memiliki cinta kasih, baik dengan keluarga, maupun lingkungannya. Ketiga adalah asuh, yakni keluarga harus mampu memberikan asuhan dan perlindungan terhadap anggota keluarga dengan baik. Keluarga memiliki peran penting dalam mencetak anak-anak yang unggul dan akhirnya menciptakan generasi yang unggul,” ujar Hasto.

 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

  www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 16 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 61 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 89 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 86 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 163 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…