Luncurkan PISA dan PUSPAGA, Kemen PPPA: Tingkatkan Literasi Informasi Layak Bagi Anak dan Keluarga 

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 24 September 2020
  • Dibaca : 169 Kali
...

 

Siaran Pers Nomor: B-248/Set/Rokum/MP 01/09/2020

Kelurahan Takome, Kota Tidore (24/09) -  Pesatnya perkembangan teknologi informasi terutama internet memberikan kemudahan akses informasi dari berbagai media. Namun kemajuan tersebut juga diiringi dengan ancaman yang mengincar anak-anak jika tidak diimbangi dengan pengetahuan  dan pemantauan yang baik. Untuk menghindari dampak negatif tersebut, anak perlu dibekali dengan literasi informasi yang baik pula. 

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar menuturkan bicara tentang literasi informasi yang layak bagi anak akan berkaitan dengan pemenuhan hak anak atas partisipasi dan informasi. “Salah satu upaya memberikan informasi layak anak dapat diwujudkan dengan terbentuknya Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) di desa/kelurahan. PISA dapat menjadi sumber informasi, tempat bermain, tempat peningkatan kreativitas, sekaligus tempat konsultasi dengan pendekatan pelayanan yang ramah anak. Peresmian Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) Fala Madoto Kelurahan Takome dan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Ino Kane Kota Ternate pada hari ini merupakan sebuah komitmen nyata dari upaya memenuhi hak partisipasi anak dalam hal informasi yang layak di Kota Ternate untuk percepatan Kota Ternate sebagai Kota Layak Anak, meskipun sekarang masih dikategori tingkat madya,” ungkap Nahar.     

Nahar melanjutkan selain disediakan fasilitas yang memadai untuk mengakses informasi yang layak bagi anak, mereka juga memerlukan ketahanan diri untuk bisa memilah informasi yang membawa manfaat, sehingga mereka tidak hanya mampu memilah informasi yang layak untuk dirinya namun juga bisa menjadi produsen informasi layak anak bagi sesamanya. 

“Dalam hal ini, peran keluarga sangatlah penting untuk membentuk ketahanan diri anak karena bagaimanapun juga keluarga merupakan pengasuh yang pertama dan utama bagi anak. Oleh karena itu, memberikan edukasi dan pemahaman pada keluarga juga menjadi faktor pendukung dalam pemenuhan hak anak di lingkup keluarga. Kehadiran PUSPAGA Ino Kane bertujuan menjadi wadah yang membantu menguatkan kualitas keluarga dengan membantu orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengasuh dan melindungi anak melalui penyediaan berbagai program. Besar harapan agar kehadiran PUSPAGA Ino Kane dapat membawa dampak yang besar dan baik bagi masyarakat dan keluarga Kota Ternate. Namun, karena saat ini masih dalam masa pandemi pelayanan yang diberikan tentunya harus tetap memenuhi protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Nahar. 

PUSPAGA merupakan tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Pembelajaran diberikan oleh tenaga profesional (psikolog) melalui peningkatan kapasitas orang tua atau keluarga ataupun orang lain yang bertanggung jawab terhadap anak dalam mengasuh dan melindungi anak. Sejak diinisiasi pada 2016, sampai hari ini sudah tersedia 148 PUSPAGA yang tersebar di 12 provinsi dan 132 kabupaten/kota di Indonesia. Adapun PUSPAGA Ino Kane Kota Ternate yang diluncurkan hari ini tercatat sebagai PUSPAGA ke 149 yang diharapkan akan mendorong terbentuknya PUSPAGA di kabupaten/kota lainnya se Provinsi Maluku Utara sampai ditingkat desa/kelurahan Maluku Utara, yang merupakan salah satu dari 24 indikator yang membentuk Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). 

“Bicara tentang PISA dan PUSPAGA ini merupakan dua instrumen yang saling berkesinambungan dan menjadi penting untuk terbentuk di setiap daerah. Kami tentunya akan sangat mendukung dan mendorong jika ada daerah yang menginisiasi pembentukan PISA dan PUSPAGA. Kami percaya bahwa dengan terpenuhinya hak dan perlindungan anak merupakan hal yang esensial dalam menjamin tumbuh kembang yang optimal. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita bergandengan tangan untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan bagi anak,” ujar Nahar. 

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Jusuf Sunya menyampaikan ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada Kemen PPPA atas kehadirannya untuk meluncurkan PISA Fala Madoto dan PUSPAGA Ino Kane hari ini. “PISA Fala Madoto ini merupakan yang pertama di Maluku Utara dengan fasilitas perpustakaan digital. Langkah pertama yang akan kita lakukan setelah peresmian ini adalah mensosialisasikan dan mengedukasi terkait fungsi dan manfaat dari PUSPAGA Ino Kane. Saat ini, layanan tatap muka memang belum sepenuhnya bisa dilakukan karena masih dalam masa pandemi, akan tetapi itu tidak mengurasi semangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kota Ternate,” ujar Jusuf. 

Jusuf menuturkan salah satu fungsi yang juga tidak kalah penting adalah kemitraan dalam proses terbentuknya PISA Fala Madoto dan PUSPAGA Ino Kane ini. “Kemitraan yang kami jalin selain dengan Kemen PPPA adalah dengan pihak swasta yakni Gramedia, Mitsubishi Motors, Wahana Visi Indonesia (WVI), Daurmala, dan Universitas Bina Nusantara. Mudah-mudahan dengan terbentuknya PISA dan PUSPAGA ini dapat menjadi wadah yang nyaman dan aman bagi anak dalam mendapatkan akses informasi yang layak saat menghabiskan waktu luang mereka,” tambah Jusuf. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Pengumuman, Jumat, 30 Oktober 2020

PENGUMUMAN NOMOR P.55 TAHUN 2020 TENTANG HASIL AKHIR SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (506)

TENTANG HASIL AKHIR SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019
Siaran Pers, Senin, 26 Oktober 2020

Forum Anak ASEAN, Delegasi Anak Indonesia Rekomendasikan Protokol Kesehatan Keluarga (295)

Jakarta (26/10) – Empat (4) anak terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ketika mengikuti The…
Artikel, Senin, 26 Oktober 2020

Lindungi Keluarga dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Keluarga (77)

Pandemi Covid-19 telah terjadi di seluruh dunia. Tanpa memandang status ekonomi, status sosial, batas-batas geografis, maupun batas-batas demografis, virus corona…
Artikel, Sabtu, 24 Oktober 2020

Setahun Kabinet Indonesia Maju, Tantangan di Balik Fungsi Tambahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (85)

Rabu, 23 Oktober 2019 menjadi momentum baru bagi Indonesia dengan pelantikan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil…
Siaran Pers, Sabtu, 24 Oktober 2020

Survei 'Menilai Dampak Covid-19' : Perempuan Memikul Beban Lebih Berat Dibandingkan Laki-Laki (166)

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga sosio-ekonomi, terutama bagi perempuan sebagai kelompok rentan.…