Hadiri Dialog Virtual MIKTA, Kemen PPPA Berbagai Praktik Terbaik Penanganan Pandemi Covid-19 Bagi Perempuan 

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 10 Oktober 2020
  • Dibaca : 565 Kali
...


Siaran Pers Nomor: B-266/Set/Rokum/MP 01/10/2020


Jakarta (9/10) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mewakili Indonesia untuk menghadiri Dialog Virtual bersama para Menteri Urusan Perempuan dari Anggota MIKTA yang mengangkat tema “Perempuan di Garis Depan Penanggulangan COVID-19 di MIKTA”. MIKTA merupakan kerjasama informal beranggotakan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia yang bertujuan untuk mendorong tatakelola pemerintahan global dan membahas berbagai isu global yang menjadi kepentingan bersama.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni menekankan tujuan dari dialog virtual kali ini untuk membahas dan berbagi pandangan terkait strategi dan tantangan dalam mengintegrasikan isu perempuan ke dalam kebijakan nasional guna merespons pandemi Covid-19 serta memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas kelompok kurang beruntung dan rentan ditangani tanpa diskriminasi.

“Dialog ini menjadi kesempatan bagi anggota MIKTA khususnya Indonesia yang membidangi urusan perempuan dan keluarga untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pemberdayaan perempuan. Kami juga membahas tentang strategi dan langkah untuk mengatasi dampak krisis yang di hadapi perempuan di masa pandemi ini sehingga kemudian dapat menyelaraskan tindakan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan. Beberapa isu yang menjadi pembahasan yakni, perempuan yang kehilangan pekerjaan, mengalami kekerasan, pekerja kesehatan perempuan yang terpapar, meningkatkan ketahanan rumah tangga, serta dampak jangka dari pandemi untuk kemandirian ekonomi perempuan,” ujar Agustina Erni yang mewakili Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Dialog Virtual bersama Anggota MIKTA, Kamis (8/10). 

Erni menyampaikan apresiasi kepada Turki dan Korea Selatan karena telah menjadi tuan rumah dialog virtual di tengah masa pandemi. “Pandemi Covid-19 memang telah banyak mengubah perekonomian dunia dalam cara kita berbisnis, meskipun ada peluang namun jalan menuju pemulihan masih belum pasti. Oleh karena itu, semakin penting untuk kita dapat membuat langkah-langkah dan kebijakan dimana untuk menyelamatkan nyawa, mata pencaharian, dan memastikan pemulihan yang cepat setelah masa pandemi di bidang ekonomi terutama bagi perempuan. Kami sangat mendorong negara-negara anggota MIKTA untuk membuat sistem pemantauan atau berbagi informasi secara berkala tentang cara dan kebijakan yang dapat mendukung kehidupan dan ekonomi perempuan sehingga kami dapat membandingkan catatan dan mengambil pembelajaran satu sama lainnya. Kami yakin, ketika perempuan sejahtera, masyarakat dan bangsanya juga akan berkembang. Mari jadikan perempuan sebagai bagian dari solusi bukan hanya satu dari banyak masalah pembangunan di negeri,” ujar Erni. 

Menyikapi pandemi dan menanggulangi keterpurukan ekonomi, pemerintah Indonesia melalui Kemen PPPA juga telah dan akan terus melakukan berbagai upaya seperti menjalankan program unggulan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak) untuk memastikan bahwa perempuan dan anak-anak terlindungi dari Covid-19, menyosialisasikan protokol kesehatan keluarga, dan menyiapkan strategi dengan kolaborasi antar K/L untuk meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha mikro dalam memanfaatkan dan mengarungi ekonomi digital.

Sementara itu, Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial Turki,  H.E. Zehra Zümrüt SELÇUK, yang juga bertindak sebagai pimpinan/ketua penyelenggara (chairperson) pada pertemuan ini, menuturkan pandemi telah membawa tantangan baru dan lebih sulit bagi masyarakat kita di seluruh dunia. Pandemi membawa ancaman serius bagi kesehatan, keselamatan, pekerjaan, dan mata pencaharian perempuan, hal tersebut juga akan memperdalam ketidaksetaraan dan diskriminasi yang sudah ada yang dialami oleh perempuan. “Sejak awal masa pandemi Turki telah menerapkan ‘Program Perlindungan Sosial’ yang dibangun di atas 4 pilar yakni, kehidupan bekerja, keamanan sosial, layanan sosial, dan Asisten sosial. Kami pun telah mengambil semua tindakan yang relevan dengan cepat dan sangat presisi sejak kasus pertama untuk mencegah perempuan terkena dampak pandemi baik dari sisi kesehatan, ekonomi, dan perlindungan dari kekerasan,” tutur Menteri Zehra. 

“Dari pandemi ini, kami berkomitmen untuk bergerak maju, mengidentifikasi celah tantangan yang tersisa, dan menambahkan upaya saat ini. Pelajaran paling jelas dari pandemi ini adalah bahwa kita harus membangun ekonomi dan masyarakat kita dengan cara yang lebih setara, inklusif, dan berkelanjutan untuk bersama-sama melewati pandemi. Perempuan akan terus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan menjadi inti dari keluarga dengan hak, kebebasan, dan kesempatan yang pantas mereka dapatkan haruslah setara. Oleh karena itu, berbagai upaya harus terus kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada perempuan khususnya pada masa pandemi,” lanjut Menteri Zehra.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan, Menteri Luar Negri sekaligus Menteri Urusan Perempuan Australia, serta Presiden Institusi Nasional Perempuan Meksiko. Di akhir pertemuan, seluruh Menteri sepakat untuk terus meningkatkan sinergi dan dialog dalam kerangka kerjasama MIKTA. 

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 78 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 37 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 55 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 84 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 105 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…