Lindungi Anak dari Bahaya Gangguan Psikososial, Kemen PPPA Luncurkan Buku Panduan bagi Guru PJOK dan BK

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 14 Oktober 2020
  • Dibaca : 54 Kali
...

 

Siaran Pers Nomor: B-271/Set/Rokum/MP 01/10/2020


Jakarta (14/10) – Sebagai salah satu upaya menurunkan risiko gangguan psikososial yang terjadi pada peserta didik jenjang SMP dan SMA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meluncurkan buku Penanganan Gangguan Psikososial pada Peserta Didik (Panduan bagi Pihak Sekolah, Guru Kelas, Guru BK dan Guru PJOK). 

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar menuturkan para peserta didik jenjang SMP dan SMA berada pada usia dan tahap perkembangan yang sangat rentan mengalami gangguan psikososial apalagi dalam masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Buku panduan ini akan membuka wawasan dan pemahaman guru beserta seluruh komponen sekolah dalam deteksi dini dan penanganan peserta didik dengan gangguan psikososial bisa lebih optimal. 

“Peluncuran buku ini bertujuan untuk membantu seluruh pendidik dan tenaga kependidikan utamanya Guru BK dan Guru PJOK agar memahami dan membangun kerjasama yang baik dalam memberikan pertolongan pertama terkait gangguan psikososial yang dialami peserta didik sesuai kapasitasnya masing-masing. Besar harapan dengan buku panduan ini tidak ada lagi peserta didik yang mengalami gangguan psikososial yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik dan meningkatkan kesadaran tenaga pendidik bahwa penanganan permasalahan anak serta pemenuhan hak anak harus menjadi prioritas. Pemenuhan hak dan perlindungan anak yang dilakukan secara optimal akan menghasilkan individu berkualitas yang akan memberikan andil pada kemajuan bangsa di masa depan,” tutur Nahar. 

Nahar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat baik K/L, dinas dan Guru BK serta Guru PJOK di seluruh daerah di Indonesia yang telah berkontribusi dalam penyempurnaan buku. “Terima kasih atas partisipasinya baik melalui FGD, Finalisasi, maupun Uji Coba yang telah dilaksanakan sebelumnya. Peran dan partisipasi bapak/ibu sekalian berarti juga ikut memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia. Upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya anak dengan gangguan psikososial ini tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemen PPPA sendiri dibutuhkan sinergi dan kerjasama dari semua pihak terkait,” ujar Nahar. 

Data Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2018 menunjukkan sebanyak 76-88 persen anak-anak dan remaja belum mengetahui adanya layanan untuk mengantisipasi kekerasan. Sedangkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan gangguan depresi sudah mulai terjadi sejak rentang usia remaja (15-24 tahun), dengan prevalensi 6,2 persen. Gangguan depresi merupakan salah satu bentuk gangguan psikososial yang dapat berpengaruh pada perkembangan remaja, termasuk prestasi dan sosialisasi mereka di sekolah. Anak dengan gangguan psikososial atau gangguan mental merupakan salah satu anak yang memerlukan perlindungan khusus sebagaimana tercantum dalam pasal 59 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Penjas dan BK, Kementerian Pendudikan dan Kebudayaan, Yaswardi menuturkan diluncurkannya buku panduan ini menjadi sebuah solusi cerdas. “Saya sampaikan selamat dan apresiasi kepada Kemen PPPA atas diluncurkannya buku Penanganan Gangguan Psikososial pada Peserta Didik, apalagi di tengah masa pandemi Covid-19 dimana anak banyak mengalami kesulitan saat menjalankan PJJ. Kami tahu bagaimana panjangnya proses pembuatan buku panduan ini dengan dibantu oleh narasumber dan penulis yang sudah teruji kepakarannya keberadaan buku ini menjadi wujud bagaimana keseriusan Pemerintah untuk melindungi anak-anak dari bahaya gangguan psikososial. Dengan adanya buku ini kami berharap dapat memberikan kemudahan dalam menyelesaikan permasalahan yang di alami peserta didik dan tenaga pendidik sehingga ke depan persentasenya mengalami penurunan,” tutur Yaswardi.   

Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai penanganan gangguan psikososial dan penyebarluasan informasi mengenai buku tersebut secara langsung kepada pihak sekolah terutama guru-guru yang akan menjadi penggunanya, Kemen PPPA menyelenggarakan Sosialisasi Upaya Perlindungan Anak dengan Gangguan Psikososial dengan narasumber Psikolog Anak dari Kasandra Associate & RS Puri Cinere, Rahajeng Ikawahyu dan Psikiater RS Melinda 2 Bandung, Shelly I. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut juga sekaligus dilaksanakan pula pembagian/distribusi buku kepada perwakilan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Jenjang SMP dan SMA serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (MGMP PJOK) Jenjang SMP & SMA yang hadir dengan masing-masing 10 buku untuk tiap perwakilan jenjang dan daerah yang diwakili. 

Unduh e-book Penanganan Gangguan Psikososial pada Peserta Didik (Panduan bagi Pihak Sekolah, Guru Kelas, Guru BK dan Guru PJOK) pada tautan di bawah ini:
https://cutt.ly/LaunchingPsikososial


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Pengumuman, Jumat, 30 Oktober 2020

PENGUMUMAN NOMOR P.55 TAHUN 2020 TENTANG HASIL AKHIR SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (479)

TENTANG HASIL AKHIR SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019
Siaran Pers, Senin, 26 Oktober 2020

Forum Anak ASEAN, Delegasi Anak Indonesia Rekomendasikan Protokol Kesehatan Keluarga (290)

Jakarta (26/10) – Empat (4) anak terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ketika mengikuti The…
Artikel, Senin, 26 Oktober 2020

Lindungi Keluarga dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Keluarga (77)

Pandemi Covid-19 telah terjadi di seluruh dunia. Tanpa memandang status ekonomi, status sosial, batas-batas geografis, maupun batas-batas demografis, virus corona…
Artikel, Sabtu, 24 Oktober 2020

Setahun Kabinet Indonesia Maju, Tantangan di Balik Fungsi Tambahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (85)

Rabu, 23 Oktober 2019 menjadi momentum baru bagi Indonesia dengan pelantikan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil…
Siaran Pers, Sabtu, 24 Oktober 2020

Survei 'Menilai Dampak Covid-19' : Perempuan Memikul Beban Lebih Berat Dibandingkan Laki-Laki (164)

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga sosio-ekonomi, terutama bagi perempuan sebagai kelompok rentan.…