Menteri PPPA: Mari Bersinergi Perkuat Kapasitas Kelompok Perempuan Pelaku Koperasi 

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 20 Oktober 2020
  • Dibaca : 397 Kali
...

 

Siaran Pers Nomor: B-278/Set/Rokum/MP 01/10/2020

Cikarang, Kab. Bekasi (20/10) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menuturkan koperasi memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat terutama bagi ketahanan ekonomi perempuan. Namun, dalam perkembangannya masih banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi oleh kelompok perempuan pelaku koperasi. 

“Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang didasarkan atas asas kekeluargaan, koperasi bisa menjawab tantangan permodalan yang dihadapi para perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar bisa terus berkembang. Selain itu, koperasi juga bisa menjadi wadah untuk jaringan pemasaran, peningkatan kapasitas kewirausahaan, menciptakan lapangan kerja baru hingga strategi bertahan dan bersaing dengan para kompetitornya,” ujar Menteri Bintang dalam pembukaan FGD Kampung Koperasi Menuju Modernisasi Koperasi ”Penguatan Peran dan Usaha Koperasi Wanita dalam Peningkatan Kesejahteraan Perempuan” di Kab. Bekasi.

Menteri Bintang menuturkan potensi perempuan Indonesia yang dikenal telaten, mandiri, dan pantang menyerah tentu dapat menjadi modal utama sebagai wirausaha yang sukses dan perempuan berdaya. 

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung strategi dari Kementerian Koperasi dan UKM agar membuat koperasi dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan financial technology (fintech) menggunakan program Rebranding Koperasi melalui Pendekatan Kampung Koperasi berbasis Kluster Komoditas. Saya yakin dibalik tantangan pasti ada peluang, jika perempuan bersinergi untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian niscaya pasti bisa bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada saat ini. Dengan menyatukan kekuatan lah, perempuan dapat memberikan sumbangsih terbaiknya demi pembangunan bangsa menuju perempuan berdaya, Indonesia maju," tutur Menteri Bintang.

Presiden Republik Indonesia memberikan amanat kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk menjalankan 5 isu prioritas agar diselesaikan dalam 5 tahun ke depan. Salah satu isu prioritas dimaksud adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Oleh karena itu, Kemen PPPA akan terus berusaha untuk membangun sinergi, khususnya dengan organisasi-organisasi yang membawahi para pengusaha perempuan dan meningkatkan kapasitas perempuan-perempuan Indonesia dalam berwirausaha.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan mengatakan kegiatan FDG ini merupakan upaya pemetaan berbagai persoalan yang dihadapi kelompok perempuan dalam kegiatan ekonomi. "Pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi sangatlah penting, tidak hanya bagi negara, tetapi sebenarnya juga bagi diri sendiri dan ketahanan keluarga. Saya bangga melihat semangat yang luar biasa dari ibu-ibu yang mencoba mengekspresikan kemampuan masing-masing terutama untuk berperan dalam bidang ekonomi. Upaya memperkuat kelembagaan ekonomi kelompok perempuan harus dilakukan bersama-sama bergandengan tangan. Sebab kami yakin dan percaya kolaborasi lintas sektor dalam rangka membantu UMKM, terutama untuk mengahadapi masa pandemi akan lebih mudah untuk dapat mencapai tujuan bersama," tutur Rully. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H. Uju mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan FDG hari ini, sebab akan menjadi momentum titik balik kebangkitan koperasi pasca pandemi Covid-19 khususnya yang dikelola oleh perempuan. "Besar harapan kegiatan serupa dapat lebih banyak lagi dilakukan guna mendukung pembangunan sektor ekonomi perempuan di Kab. Bekasi melalui koperasi. Kami yakin koperasi menjadi pilihan tepat bagi kaum perempuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Tentunya upaya ini harus didukung dengan penguatan dan peningkatan keterampilan perempuan pengelola koperasi," ujar Uju. 

Dalam kesempatan ini Menteri Bintang bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H. Uju, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan dan Perwakilan PT PNM melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Alisa Khadijah yang merupakan pengrajin daur ulang sampah (bank sampah), UKM Neng Pawon (mengolah stik jengkol, akar kelapa, biji ketapang, Kentang Mustafa), dan Gerai Bunda Sugi (pusat oleh-oleh khas Kab. Bekasi yang diproduksi Koperasi Alisa Khadijah dan UKM Neng Pawon. Menteri Bintang juga sekaligus berdialog dengan pelaku penghasil produk UKM GBS dan Pelaku UMKM yang memproduksi batik, handycraft, dan snack frozen yang menerima bantuan Program PNM Mekaar. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 43 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 106 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 74 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…

Siaran Pers, Rabu, 07 April 2021

Perempuan dalam Pusaran Terorisme, Harus Dicegah Bersama ( 111 )

Jakarta (07/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Siaran Pers, Selasa, 06 April 2021

Perempuan Bangga Berkebaya, Pemersatu Identitas Budaya Bangsa  ( 135 )

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya…