Wujudkan Kesetaraan Melalui Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Perempuan 

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 05 November 2020
  • Dibaca : 527 Kali
...

 


Siaran Pers Nomor: B-295/Set/Rokum/MP 01/11/2020


Jakarta (5/11) – Perjuangan perempuan-perempuan masa lalu masih belum berhenti hingga saat ini. Kondisi kualitas hidup perempuan di Indonesia belum sepenuhnya menggembirakan, sebab masih terjadi kesenjangan kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki, khususnya dalam aspek-aspek penting kehidupan manusia, yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Agustina Erni menuturkan suara perempuan diperlukan pada posisi-posisi penting pengambil keputusan supaya keputusan dan kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak kepada perempuan dan anak sehingga dapat menghapuskan kesenjangan kualitas hidup perempuan dan laki-laki. 

“Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk melakukan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan agar perempuan-perempuan lebih percaya diri untuk berpartisipasi menyuarakan aspirasi perempuan dalam berbagai tahapan proses pembangunan, mulai dari tingkat nasional hingga pemerintahan desa. Saat ini sudah banyak perempuan-perempuan telah menjadi agen perubahan dan diharapkan lebih banyak lagi perempuan Indonesia menjadi agen perubahan yang berani melakukan perubahan dalam dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat menuju sesuatu yang lebih baik,” ungkap Erni dalam sambutannya pada Webinar Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu yang dihadiri oleh organisasi perempuan yang tergabung dalam KOWANI, Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) tingkat Provinsi, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tingkat kabupaten/kota se-Indonesia. 

Erni menambahkan kesenjangan terbesar kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki di Indonesia terdapat pada bidang ekonomi terutama pada masa pandemi ini dimana perempuan dihadapkan pada permasalahan baru salah satunya kehilangan pekerjaan dan beban ganda mengurus anak-anak di rumah. 

“Maka dari itu, Kemen PPPA berupaya untuk terus melakukan peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan sebagai pintu masuk upaya peningkatan peran perempuan dan keluarga dalam pengasuhan anak, dan penyelesaian permasalahan-permasalahan perempuan dan anak lainnya. Kami akan terus melakukan upaya-upaya untuk menciptakan ruang-ruang kepemimpinan sosial yang lebih memberi keadilan dan kesetaraan melalui peningkatan kepemimpinan perempuan. Kepemimpinan perempuan yang kami upayakan adalah dalam konteks sosial yang lebih luas, yaitu untuk mewujudkan perubahan sosial yang berkeadilan gender dan keadilan sosial,” ujar Erni. 

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto menuturkan KOWANI akan terus melakukan berbagai upaya salah satunya dengan sosialisasi terkait peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Peran kepemimpinan perempuan menjadi isu penting selama masa bekerja dan belajar dari mana, dimana ibu memegang beragam pekerjaan atau multitasking mulai dari sebagai pengasuh, pekerja hingga pendidik.

“Sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia tentunya merupakan kewajiban dari KOWANI untuk selalu mengingatkan selalu memberikan sosialisasi tentang pentingnya kepemimpinan perempuan dan kualitas organisasi masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan dalam rangkaian Peringatan Hari ibu Ke- 92 yang secara terus-menerus menanamkan rasa cinta kita kepada budaya Indonesia dan pada waktu yang lalu beberapa hari yang lalu juga kita melakukan edukasi sosialisasi tentang cinta kepada budaya Indonesia,” ujar Giwo. 

Giwo menambahkan KOWANI akan terus berkomitmen untuk mendukung dan mendorong perempuan agar meningkatkan kompetensi kepemimpinan dalam organisasi. "Perempuan sebagai pemimpin harus memiliki setidaknya beberapa kompetensi penting di antaranya; kemampuan komunikasi efektif, keterampilan tim dan kepemimpinan, kompetensi manajerial hingga kemampuan mengembangkan jati diri, karakter dan kepribadian. Ketika semua hal itu dapat terpenuhi kami yakin kesetaraan gender di Indonesia dapat segera terwujud dan tidak ada lagi ketimpangan kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki,” ujar Giwo.

Sementara itu, Plh Direktur Jendral Politik dan Pemerintah Umum Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyuno mengatakan salah satu atensi prioritas pemerintah adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul berkualitas dan berdaya saing. “Organisasi masyarakat merupakan wadah kolektif SDM yang sangat besar terutama KOWANI yang merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, organisasi masyarakat harus mendapatkan atensi dalam peningkatan kualitas SDM dengan inovasi program yang berorientasi pada pembangunan. Meningkatkan kualitas SDM organisasi perempuan menjadi sangat penting agar perempuan dapat mengambil perannya dalam pembangunan, jangan hanya kuantitas tapi kualitas harus menjadi faktor yang tidak boleh dilupakan,” ujar Yusharto. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 5 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 49 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 63 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 84 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 154 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…