Lindungi Keluarga, Patuhi Protokol Kesehatan Keluarga Mulai dari Rumah 

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 06 November 2020
  • Dibaca : 594 Kali
...

 


Siaran Pers Nomor: B-296/Set/Rokum/MP 01/11/2020


Jakarta (6/11) – Edukasi pencegahan penyebaran Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan keluarga harus dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktivitas di luar rumah. Di sinilah peran ibu sebagai manajer keluarga dapat terlibat untuk memastikan setiap anggota keluarga aman dan tidak terpapar. 

Jubir Kementerian Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ratna Susianawati menuturkan untuk dapat memastikan keluarga terlindungi dari penyebaran Covid-19 dibutuhkan juga kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). 

“Keluarga harus bisa memainkan perannya dalam melindungi dengan menjadi agen sosialisasi penerapan protokol 3M dan protokol kesehatan keluarga. Dalam hal ini, keluarga dan seluruh anggota di dalam rumah harus menjadi agen utama pelaku sosialisasi agar setiap individu tergerak dan bertanggungjawab menjalankan protokol kesehatan keluarga serta saling menjaga satu sama lain. Di sinilah peran ibu dalam keluarga menjadi pengawas yang memastikan keluarga aman dari Covid-19,” tutur Ratna dalam Media Talk dengan tema “Sayangi Keluarga, Patuhi Protokol Kesehatan Keluarga” yang diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting. 

Ratna menegaskan momentum sosialisasi protokol kesehatan keluarga menjadi pengingat pandemi Covid-19 belum usai. “Kita semua tentu berharap pandemi ini segera berakhir dan bisa kembali ke tatanan kehidupan yang normal seperti sebelumnya. Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat untuk rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan selalu menggunakan masker. Mari kita terus saling mengingatkan untuk menerapkan  protokol kesehatan keluarga, tak lupa juga untuk selalu ingat pesan ibu, ingat 3M,” ujar Ratna. 

Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit UNS, Tonang Dwi Ardyanto mengungkapkan pandemi belum selesai, mari saling menjaga, saling peduli, dan saling melindungi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan terutama protokol kesehatan keluarga di dalam rumah. “Berdasarkan data keterpaparan Covid-19 pada kategori usia, mayoritas ada pada usia 19-45 tahun akan tetapi jika dilihat dari angka kematian paling banyak ada pada kategori usia di atas 60 tahun atau lanjut usia. Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua dimana lansia yang termasuk kelompok rentan harus mendapatkan perlindungan khusus. Dalam kasus ini, kesadaran dari anggota keluarga yang lebih muda untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak ternyata memberikan dampak positif yang cukup signifikan dalam penekanan angka penularan COvid-19. Untuk itu tugas kita bersama agar selalu saling mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan 3M,” ujar Tonang. 

Tonang menambahkan terjadinya kasus konfirmasi kematian yang tinggi pada lansia disebabkan oleh faktor imunologi yang sudah melemah. “Pada kasus lansia terjadi respons imun yang cukup kuat akan tetapi karena faktor usia dan penyakit bawaan menyebabkan imun pada lansia melemah dan tidak bisa melawan virus. Berbeda dengan kasus pada anak dimana imun yang mereka miliki masih kuat sehingga bisa dengan berjalannya waktu melawan virus yang masuk ke tubuh mereka. Inilah faktor yang mempengaruhi angka kematian pada kasus konfirmasi lansia cukup tinggi dibandingkan dengan usia di bawah 60 tahun,” tambah Tonang. 

Lebih lanjut Psikolog Klinis HIMPSI Jaya, Edward Andriyanto menuturkan hal yang juga tidak kalah penting dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah terhindar dari stres dalam menjalani dan beradaptasi pola kehidupan yang baru. “Bicara mengenai adaptasi kehidupan baru tentunya ada peran keluarga di dalamnya. Namun, pada masa pandemi ini keluarga juga diharuskan menghadapi permasalahan baru yang muncul seperti konflik dan perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, masalah finansial, dan masalah psikologis. Kebanyakan dari mereka pasti mengalami masalah psikologis terutama pada anak yang saat ini harus belajar dari rumah yang kemudian menimbulkan potensi stres dan berakhir pada penurunan kualitas pembelajaran. Untuk mencegah hal tersebut, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia Oktober kemarin, kami di HIMPSI memperkenalkan 3K (Kaji informasi, Kelola emosi, dan Kembangkan sumber daya) untuk mengurangi potensi seseorang terkena stres pada seluruh anggota keluarga terutama pada anak. Kampanye 3K ini dapat menjadi alternatif pencegahan risiko stres pada anggota keluarga saat pandemi Covid-19,” ujar Edward. 

Agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menyusun materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta melakukan kampanye dan sosialisasi terkait Protokol Kesehatan Keluarga secara masif kepada masyarakat, termasuk kampanye 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Adapun KIE protokol kesehatan keluarga mencakup empat hal, yaitu protokol kesehatan dalam keluarga secara umum, protokol kesehatan ketika ada anggota keluarga yang terpapar, protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah, dan protokol kesehatan di lingkungan sekitar ketika ada warga terpapar.

Penyebaran materi KIE tersebut dilakukan dengan sinergi dengan berbagai mitra yang ada, antara lain organisasi perempuan seperti Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju, Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan, dan Bhayangkari, organisasi dan lembaga masyarakat, Forum Anak, media massa, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di provinsi serta kabupaten/kota.

Untuk mengakses materi terkait Protokol Kesehatan Keluarga dapat melalui tautan berikut ini https://bit.ly/protokolkesehatankeluarga 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 12 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 13 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 70 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 138 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 100 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…