Peluncuran Program Pelatihan dan Pendampingan Daring ‘HERfuture’ untuk Pengusaha Perempuan Skala Rumah Tangga di Tengah Dampak Pandemi Covid-19

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 11 November 2020
  • Dibaca : 566 Kali
...
  • 100 pengusaha perempuan  inspirasional  dari 6 wilayah di Indonesia, terpilih untuk mengikuti pelatihan - termasuk literasi digital dan keuangan, keterampilan operasional bisnis, dan untuk mengakses pasar baru. Para pengusaha perempuan akan mengikuti pembelajaran dalam grup kecil dan mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
  • Covid-19 mendorong bisnis untuk beradaptasi lebih cepat di era digital. Dengan keterampilan dan pengetahuan baru terkait digital dan teknologi, peserta perempuan ini dapat memainkan peran kunci dalam membantu bisnis dan komunitas mereka untuk memulihkan kondisi perekonomian yang terdampak pandemi.
  • Pelatihan dan pendampingan virtual untuk pengusaha perempuan dengan usaha mikro dan esktra mikro berusia 30-50 tahun, akan didanai oleh Pemerintah Inggris, melalui UK-INDONESIA Tech Hub, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Krealogi oleh Du Anyam.

Pandemi Covid-19 telah melanda semua lapisan masyarakat, dan di antara mereka yang terdampak paling parah adalah pengusaha perempuan skala rumah tangga. Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di 45 kabupaten, 95% perempuan pemilik usaha mengalami penurunan omzet yang cukup besar dalam penjualan mereka, sementara 92% mengalami kenaikan biaya bahan baku akibat pandemi. Didorong oleh semangat kolaborasi yang kuat, Pemerintah Inggris melalui UK-Indonesia Tech Hub, Kemen PPPA, dan Krealogi oleh Du Anyam bekerja sama melakukan pelatihan virtual dan pendampingan “HERfuture” untuk mendukung iklim bisnis di Indonesia yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Program pelatihan daring virtual akan menyasar pengusaha perempuan dengan bisnis mikro dan ultra mikro, berusia 30-50 tahun. Program ini akan dilaksanakan di enam wilayah marginal, yakni Lombok Tengah, Rembang, Kendal, Bangka Tengah, Cilegon, dan Palembang. Program HERfuture dirancang oleh UK-Indonesia Tech Hub untuk mendukung visi Pemerintah Indonesia dalam memberdayakan ekonomi digital dan mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program ini, UK-Indonesia Tech Hub memiliki tujuan utama: pertama, meningkatkan literasi digital dan keamanan internet bagi para peserta guna mendukung pengusaha perempuan untuk siap secara digital dan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung bisnis mereka; kedua, mendorong pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19; dan ketiga, meningkatkan mata pencaharian pengusaha perempuan di lokasi sasaran.

Memahami bahwa terdapat keselarasan antara nilai dan tujuan, UK Indonesia Tech Hub bekerja sama dengan Kemen PPPA, sebagai mitra pengamat (observing partner), dan Krealogi oleh Du Anyam, sebagai mitra pelaksana (implementing partner). Krealogi oleh Du Anyam memainkan peran penting dalam menyeleksi 100 pengusaha perempuan yang tersebar di enam wilayah berdasarkan rekomendasi Kemen PPPA, yang akan mengikuti pelatihan Literasi Digital dan Keuangan, 10 Modul Dasar Keterampilan Non Teknis dan Operasional untuk Kinerja Usaha Mikro dan Ultra Mikro, dan Akses Pasar. Selain itu, peserta akan mengikuti lokakarya daring dalam kelompok-kelompok kecil untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari ke dalam bisnis yang sedang berjalan, dengan dibantu oleh fasilitator lokal di setiap wilayah sebagai mentor. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan apa yang telah dipelajari ke dalam format kerja yang diberikan dengan menggunakan pengalaman mereka sendiri. Untuk keberlanjutan program pelatihan bagi peserta, Krealogi oleh Du Anyam akan memperkenalkan aplikasi Krealogi, aplikasi internal yang ramah-pengguna guna membantu pemantauan operasional bisnis berbasis data dan pengambilan keputusan.

Rangkaian acara akan dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Bapak Owen Jenkins, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Bintang Puspayoga, serta diikuti oleh 100 peserta.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Bapak Owen Jenkins, mengatakan:

“Kemitraan ini memberikan dorongan yang signifikan bagi pengusaha perempuan skala rumah-tangga, guna mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mendigitalkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seiring dengan tuntutan pandemik yang mengharuskan percepatan penggunaan teknologi. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 97 persen dari angkatan kerja. Kami berharap melalui program HERfuture ini, para pengusaha perempuan skala rumah-tangga dapat meningkatkan keterampilan literasi digital, keamanan internet, keuangan, dan operasional untuk UMKM. Inggris sebagai pusat teknologi dan digital di Eropa dapat memainkan peran strategis untuk membantu pemanfaatan teknologi yang membuka peluang perkembangan ekonomi di Indonesia.”

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Bintang Puspayoga mengatakan:

Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Inggris melalui UK-Indonesia Tech Hub dan Du Anyam atas kerja sinergi melalui kegiatan HERfuture dalam mendukung Kemen PPPA membantu memberikan solusi kepada para perempuan pelaku usaha mikro/industri rumahan yang terdampak pandemi Covid-19, dan mempersiapkan mereka agar mampu bersaing di era digital. Kami berharap program HERfuture dapat membuka peluang kerjasama selanjutnya, khususnya dalam meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha mikro/industri rumahan, membuka akses untuk mendukung bisnis mereka, meningkatkan kualitas pendidikan tentang literasi digital dan kesehatan keluarga, serta memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan, baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. Saya percaya perempuan Indonesia mampu melewati masa sulit ini. Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”

Hanna, Co-Founder & Chief of Community Development and Partnership Officer Du Anyam mengatakan,

Harapan dari program HerFuture adalah kita menemukan konsep pendampingan bagi Usaha Ultra-Mikro dan Mikro agar mereka mampu naik kelas hanya dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana. Kita semua paham bahwa infrastruktur dan literasi digital belum merata di Indonesia, tetapi ada harapan kalau pelatihan seperti ini diberikan secara rutin agar pemilik Usaha Ultra-Mikro dan Mikro di seluruh Indonesia terutama yang perempuan menjadi terbiasa dalam memanfaatkan teknologi. Langkah ini juga bisa meningkatkan pengetahuan mereka dalam literasi digital”.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 39 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 23 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 43 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 77 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…