Hari AIDS Sedunia : Kemen PPPA Ajak Masyarakat Jauhi Virusnya Bukan Orangnya

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 Desember 2020
  • Dibaca : 374 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 333 /Set/Rokum/MP 01/11/2020

Jakarta (01/12) - Dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 pada 1 Desember 2020, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) turut menggelar acara webinar dengan tema “Akhiri Pandemi HIV/AIDS : Resiliensi dan Dampak.” Plt. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Nahar menegaskan pentingnya peran masyarakat dan komunitas dalam memberikan dukungan dan menghapus stigma dan diskriminasi pada para penyintas, khususnya anak dengan HIV/AIDS demi meningkatkan resiliensi diri mereka sehingga dapat bangkit dan kuat menghadapi kondisi yang dialaminya.

“Resiliensi diri merupakan hal yang sangat penting dimiliki penyintas HIV/AIDS, agar mereka dapat menghadapi, mengatasi, dan menjadi kuat atas kondisi yang dihadapinya, serta mampu bangkit dari keterpurukan. Resiliensi tersebut dapat terbentuk dengan kuat jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. Disinilah pentingnya peran masyarakat dan komunitas dalam melakukan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di lingkungannya, serta menghapuskan stigma pada orang khususnya anak dengan HIV/AIDS di Indonesia,” ungkap Nahar.

Nahar menjelaskan terkait persoalan HIV/AIDS, ada 4 (empat) hal yang harus diperhatikan, yaitu pencegahan, pengawasan, masih banyak masyarakat yang ragu memeriksakan diri, dan masih perlu dilakukan upaya edukasi kepada masyarakat terkait virus HIV. Di samping itu, menghilangkan stigma negatif masyarakat terkait orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan anak dengan HIV/AIDS (ADHA) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. 

“Hal tersebut merupakan tugas kita bersama, pentingnya mengedukasi masyarakat terkait informasi yang benar tentang HIV/AIDS. Ibarat rantai yang tidak pernah putus, saya harap masyarakat dapat terus melakukan sosialisasi dalam menyampaikan pengetahuan yang benar mengenai HIV/AIDS kepada sekitarnya sehingga stigma dan diskriminasi kepada ODHA dan ADHA dapat berkurang,” jelas Nahar.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani persoalan HIV/AIDS, termasuk penyediaan ARV secara gratis. Kemen PPPA sendiri telah berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait agar memperhatikan hak-hak ADHA, seperti berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah mengenai penanganan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak ADHA, termasuk hak untuk bersekolah. 

Kemen PPPA juga sangat mendukung aturan yang diterapkan Kementerian Kesehatan terkait pemeriksaan wajib bagi ibu hamil sehingga penularan virus HIV dari ibu ke anak dapat dicegah. Selain itu, melakukan intervensi pencegahan melalui advokasi kepada anak, guru, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), dan lainnya termasuk memberikan informasi akurat tentang kesehatan, faktor risiko, hingga apa yang harus dilakukan jika ada ODHA dan ADHA di lingkungan mereka. 

Pada 2030, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan 3 Zero : Zero New HIV Infections, Zero Discrimination, and Zero AIDS-Related Deaths yang berarti tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA, tidak ada lagi kematian karena AIDS. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan sinergi bersama antara pemerintah dan masyarakat. “Peringatan Hari AIDS Sedunia ini merupakan momentum meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS yang berdampak bagi kesehatan. Jangan pernah remehkan kekuatan masyarakat karena ‘masyarakat yang membuat perubahan’. Jauhi virusnya, bukan orangnya,” tegas Nahar.

Pada acara ini, Pegiat Sosial Yayasan Kusuma Buana, Wisnu Prasadja menuturkan pentingnya ketahanan keluarga dalam menanggulangi HIV/AIDS. Untuk membentuk ketahanan keluarga, orangtua maupun anggota keluarga lainnya harus memiliki pemahaman pengetahuan serta wawasan yang utuh tentang HIV itu sendiri. Mengingat pentingnya edukasi sejak dini pada anak dalam mencegah dan menangani HIV/AIDS, seperti menerapkan pola hidup sehat dan bersih serta anak dapat berperilaku tepat ketika menghadapi orang atau anak dengan HIV/AIDS.

Di samping itu, Konsultan Program Linkages Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID), dr Hendra Widjaja mengungkapkan pandemi Covid -19 yang melanda Indonesia, tentu tidak menghentikan proses layanan perawatan dukungan dan pengobatan bagi ODHA dan ADHA. “Semua tetap dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ada dengan mengacu standard precautions (kewaspadaan standar). Kementerian Kesehatan juga berupaya memberikan persediaan obat ARV untuk masa 2-3 bulan bagi ODHA dengan kondisi stabil yang diprioritaskan pada wilayah episentrum Covid-19 seperti Jakarta. Adapun inovasi layanan yang dihadirkan di Jakarta untuk memudahkan ODHA mendapatkan layanan kesehatan selama pandemi yaitu JAK – Transporter, JAK – Antar, dan JAK – Support,” terang Hendra.

PUBLIKASI DAN MEDIA 
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 39 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 23 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 43 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 77 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…