Menteri Bintang Apresiasi Upaya Gereja Lindungi Perempuan dari Kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 10 Desember 2020
  • Dibaca : 397 Kali
...


 

Siaran Pers Nomor: B-341/Set/Rokum/MP 01/12/2020


Jakarta (10/12) – Dalam rangka mendukung Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menghadiri webinar Respons Gereja, Sosialisasi, dan Edukasi tentang Isu Kekerasan terhadap Perempuan dan Pro-Kontra Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang diselenggarakan Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). 

Menteri Bintang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia kepada isu kekerasan perempuan dan inisiasinya untuk terlibat langsung menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan. 

“Kegiatan hari ini tidak terlepas pula dari semangat memperingati Hari Internasional Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan yang diperingat mulai tanggal 25 November selama 16 hari setiap tahunnya. Dukungan dari Gereja merupakan kekuatan yang luar biasa bagi upaya perlindungan perempuan dari kekerasan seksual dengan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan umat. Mari kita bersama-sama membangun masyarakat yang saling melindungi dan menjaga satu sama lain,” ungkap Menteri Bintang. 

Menteri Bintang menuturkan seperti kita ketahui, RUU PKS memang telah ditarik dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2020, tentunya hal ini menjadi keprihatinan dan tantangan bagi kita semua. “Namun demikian, di balik tantangan, pasti ada peluang. Marilah kita manfaatkan kesempatan ini untuk bersama-sama membangun narasi, menyamakan persepsi, mengedukasi, dan menyatukan langkah sehingga terbangun komitmen bersama yang dapat mendorong pengesahan RUU PKS.  Pemberdayaan perempuan adalah tanggung jawab kita semua. Setiap orang dapat memberikan porsinya masing-masing untuk mencapai Indonesia yang sejahtera, termasuk juga peran Gereja,” tutur Menteri Bintang. 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sebagai leading sector dari pihak pemerintah terkait RUU PKS akan terus menghimpun dukungan dan menyuarakan bahwa pengesahan RUU ini sudah tidak dapat ditunda lagi. Kekerasan seksual memberikan dampak yang luar biasa baik secara fisik maupun psikis kepada korban. Selain itu, kita juga harus dapat melindungi generasi selanjutnya dengan menciptakan sistem pencegahan, pemulihan, penanganan, rehabilitasi yang benar-benar menghapus kekerasan seksual.

Ketua Persekutuan Kaum Perempuan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (PKP GPIB), Vicora van der Muur menuturkan kenyataan yang kita semua tahu bahwa jurang ketidaksetaraan gender masih dalam di Indonesia saat ini. “Hal tersebut disebabkan karena konstruksi sosial yang banyak dipengaruhi oleh budaya patriarki, perempuan berimbas lebih besar. Masih banyak perempuan yang tidak dilibatkan dalam pembangunan, bahkan menjadi korban tindak kekerasan, eksploitasi, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya, termasuk kekerasan seksual,” ujar Vicora. 

Lebih lanjut Vicora mengajak semua yang hadir dalam webinar hari ini untuk bersama-sama bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mencegah dan menghapuskan segala bentuk kekerasan utamanya kekerasan seksual terhadap perempuan. “Untuk itu, dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ini kita berkumpul bersama hari ini melalui webinar guna menyatukan pendapat dan pemikiran tentang upaya pencegahan dan penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan dimulai dari Gereja. Komitmen ini akan kami terus upayakan agar bisa dilakukan oleh seluruh Gereja yang ada di bawah naungan GPIB se-Indonesia. Hal ini agar upaya pencegahan dan penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan dapat dilakukan menyeluruh se-Indonesia,” tambah Vicora. 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 12 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 16 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 32 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 72 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 84 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…