Bazar Virtual PHI Ke-92 Solusi Berdayakan Perempuan Prasejahtera di Era Pandemi

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 16 Desember 2020
  • Dibaca : 308 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-347/Set/Rokum/MP 01/12/2020

Jakarta (15/12) Ada kisah di balik setiap produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipasarkan pada Bazar Virtual Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-92 Tahun 2020. Salah satunya produk Kain Tenun Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dihasilkan oleh perempuan kepala keluarga, Denda Chandra (35). Sebagai perempuan kepala keluarga dengan peran ganda melekat pada dirinya, menjadikan dirinya sebagai tulang punggung pencari nafkah bagi keluarga. Oleh karenanya dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi pendorong bagi mereka. Bazar virtual ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk komitmen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam mendukung wirausaha perempuan, khususnya perempuan dari kelompok prasejahtera, termasuk di dalamnya perempuan penyintas kekerasan dan bencana, perempuan kepala rumah tangga, perempuan lansia, serta perempuan-perempuan tangguh yang berjuang bagi diri sendiri dan keluarganya ditengah keterbatasan.

“Berbagai potensi kerajinan dan karya seni nasional erat kaitannya dengan keberadaan para perempuan, karena sebagian besar pengrajinnya adalah kaum perempuan. Saya telah menyaksikan bakat, kreativitas, dan inovasi dari hasil produk-produk UMKM kita, terutama yang dihasilkan dan dikelola perempuan. Produk-produk UMKM perempuan adalah produk yang unik. Tidak hanya dibuat dengan penuh kehati-hatian, ketelitian, dan kecermatan, tetapi juga merupakan perwujudan dari tradisi dan identitas budayanya. Melalui produk UMKM, identitas budaya Indonesia terus diperkenalkan,” tutur Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Wury Ma'ruf Amin.

Pandemi Covid-19 telah berdampak langsung pada pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan, seperti omset yang menurun drastis, hingga usaha yang terpaksa harus ditutup. Namun, Wury mengatakan bahwa Bazar Virtual ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan UMKM yang muncul akibat pandemi Covid-19. Kegiatan ini memberikan ruang bagi UMKM perempuan di Indonesia untuk memasarkan produknya dengan jangkauan pasar yang lebih luas, karena dipasarkan melalui online.

Melalui Bazar Virtual ini Wury juga berharap semakin banyak perempuan yang mampu memberdayakan dirinya dan menumbuhkembangkan keluarga-keluarga yang memiliki ketahanan tinggi, khususnya dalam menghadapi era tatanan baru, menuju Indonesia yang lebih baik.

Dalam kegiatan ini juga diluncurkan e-Katalog dan e-Magazine “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”. Melalui e-Katalog, kumpulan produk-produk berkualitas karya perempuan kelompok prasejahtera tersebut dihadirkan di tengah masyarakat. Jenis produknya adalah olahan pangan, fashion, dan kriya. Masyarakat dapat mengunduh e-Katalog ini di website resmi Kemen PPPA ( www.kemenpppa.go.id)

Selain berkualitas, dalam proses produksinya terdapat harapan, cita-cita, dan cerita perempuan Indonesia seperti, cerita tentang perempuan penyintas kekerasan yang mendambakan masa depan yang lebih baik. Tentang perempuan lanjut usia yang semangat perjuangannya tidak lekang oleh waktu. Tentang semua perempuan-perempuan hebat yang sedang berjerih payah demi meningkatkan kualitas hidupnya.

“Cerita di balik produk yang ditawarkan hari ini tidak dimaksudkan untuk mengundang kesedihan. Sebaliknya, keberadaan para pelaku usaha UMKM perempuan ini menggambarkan wujud optimisme, semangat, dan harapan bagi siapapun untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Keberadaan mereka di sini sesungguhnya bukan menunjukkan bahwa mereka rentan dan lemah, tetapi menunjukan bahwa tidak ada halangan apapun yang dapat mematahkan kekuatan perempuan untuk berjuang dalam memberdayakan dirinya sendiri. Oleh karena itu, semua perempuan, bagaimanapun kondisi mereka, dapat menjadi perempuan yang berdaya, apalagi jika mendapatkan dukungan yang akomodatif dan suportif,” ungkap Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Bazar ini terwujud atas kerja sama Kemen PPPA dengan lembaga masyarakat pendamping kelompok, seperti Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan, dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK), dan Du Anyam. 

Sebagai perempuan kepala keluarga yang masih menghidupi satu orang anaknya, Denda merasa semakin bersemangat menjalani hidup ketika bergabung dengan kelompok tenun dalam Sekolah Perempuan yang didirikan oleh Institut KAPAL Perempuan. Sebelumnya, ia bekerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan. Saat itu, ia tak mempunyai cukup penghasilan untuk menghidupi dirinya, apalagi untuk membeli benang tenun. Namun, saat ini ia bisa menjual hasil tenunannya melalui pameran-pameran UMKM. Selain itu, Denda kian bersemangat dalam menenun agar bisa memberikan penghidupan dan pendidikan yang baik untuk anaknya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat mendukung mimpi para perempuan hebat ini dengan cara membeli produk-produk UMKM perempuan secara berkelanjutan. Dengan demikian, Anda telah membantu meningkatkan kualitas hidup perempuan untuk mencapai cita-cita yang mereka dambakan. Tidak berhenti sampai disitu, Anda juga telah berkontribusi untuk menyemangati dan membuka jalan bagi perempuan-perempuan lainnya yang masih mengalami berbagai keraguan dan ketakutan untuk memulai usahanya,” tutup Menteri Bintang.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN                                                                                                                                   DAN PERLINDUNGAN ANAK                                                                                                                                            

Telp.& Fax (021) 3448510,                                                                                                          

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id                                                                                                                                                                                                   www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 14 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 60 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 88 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 86 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 163 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…