Menteri Bintang Pastikan Perempuan dan Anak Dalam Situasi Darurat Perlu Mendapat Bantuan Spesifik

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 25 Oktober 2021
  • Dibaca : 221 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-394/SETMEN/HM.02.04/10/2021

 

Jakarta (24/10) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan berbagai upaya perlindungan khusus terhadap perempuan dan anak dalam situasi darurat. Perlindungan khusus itu, salah satunya dilakukan dengan jaminan pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak kelompok rentan saat pandemi Covid-19 dan kepada korban bencana di berbagai daerah.

Bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat menangani pandemi Covid-19, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mencanangkan pemberian bantuan spesifik kepada perempuan dan anak dalam situasi darurat. Bantuan itu dimaksudkan untuk melengkapi bantuan sosial (bansos) yang sudah digulirkan, baik dari Presiden ataupun Kementerian Sosial.

“Perempuan dan anak kelompok rentan yang menjalani masa isolasi, atau keluarga pra sejahtera mendapat bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik dari Kemen PPPA. Sebagian besar masyarakat menerima bansos berupa sembako dan kebutuhan dasar pangan lainnya, namun kebutuhan spesifik bagi ibu hamil, anak balita, bayi, perempuan remaja, dewasa, dan lansia kurang diperhatikan atau dianggap sekunder,” kata Menteri Bintang, Minggu (24/10/2021).

Kemen PPPA telah menyalurkan sebanyak 30.533 paket bantuan kebutuhan spesifik sejak pandemi. Bantuan tersebut mencakup  vitamin, makanan siap saji, masker, pembalut, pakaian dalam, obat-obatan, diapers khusus lansia. Kebutuhan anak berupa obat untuk bayi, vitamin, diapers anak, susu formula, dan selimut bayi.

Bantuan spesifik diberikan kepada para perempuan dan anak yang mengalami kesulitan memperoleh pendapatan dan kebutuhan hidup sebagai dampak kebijakan pembatasan skala besar, yakni para perempuan pra sejahtera, perempuan kepala keluarga, perempuan dengan balita, perempuan dengan anak penyandang disabilitas. Bantuan diberikan antara lain, kepada perempuan dan anak di area kampung kumuh dan daerah tempat pembuangan akhir (TPA) seperti di Cinere dan Bantar Gebang.

Kemen PPPA juga menyalurkan bantuan kebutuhan spesifik di Bogor, Bekasi, dan Tangerang kepada perempuan kepala keluarga, perempuan tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), seperti perempuan pemulung, buruh perempuan, dan para lansia.

Menteri Bintang menegaskan pemenuhan kebutuhan spesifik sangat penting bukan hanya dilaksanakan saat pandemi, namun dalam situasi darurat apapun untuk melindungi perempuan dan anak. Ditegaskannya, perempuan dan anak sering dihadapkan dalam situasi darurat yang menyebabkan mereka rentan ditelantarkan dan mengalami kekerasan.  Karena itu, program ini dikedepankan sebagai program strategis Kemen PPPA dalam memberikan perlindungan khusus bagi perempuan dan anak.

“Kami akan terus memberikan perhatian pada kebutuhan spesifik perempuan dan anak kelompok rentan dalam situasi darurat apapun. Ini adalah program yang sangat penting. Kebutuhan spesifik ini harus dijamin pemenuhannya sebab perempuan dan anak dalam kelompok rentan berpotensi mengalami kerentanan ganda apabila pemenuhan kebutuhan spesifiknya terabaikan,” kata Menteri  Bintang. 

Karena itu, bantuan kebutuhan spesifik semakin dirasakan relevansinya ketika beberapa bencana menimpa berbagai daerah di Indonesia pada 2021. Penyaluran bantuan kebutuhan spesifik di lakukan bagi perempuan dan anak korban bencana di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kabupaten Lumajang, dan Nusa Tenggara Timur. Perempuan anak korban bencana di Sleman, Yogyakarta, dan Semarang. Bersama komunitas offroad, Menteri Bintang coba menjangkau daerah pegunungan yang masih terisolasi karena sulitnya akses jalan seperti di pedesaan Cileungsi dan Sukabumi.

Terhadap anak-anak di daerah bencana, bantuan khusus terhadap mereka disalurkan di Majene, Sulawesi Utara, Nias, Malang, Indramayu, Bekasi, Kabupaten Sikka, Batu, Sidoarjo, dan Tangerang Selatan. Pada, 2020, bantuan kebutuhan spesifik anak sudah mulai disalurkan terhadap anak korban gempa di Wamena dan Ambon, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dan Kalimantan Tengah, banjir di Pasigala, Lebak, Kampung Pulo, dan Luwu Utara.

Perhatian Menteri Bintang juga tertuju pada anak-anak di di lembaga permasyarakatan khusus anak, perempuan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Tangerang dan Tomohon.

“Selain itu, turut disalurkan kepada anak-anak pemulung, di Cakung, Bekasi, Bintaro serta anak-anak yang kehilangan pengasuhan yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 di Setu-Bekasi, Karang Asem, Jembrana, dan seluruh kabupaten di Bali, Biak, Jayapura, Tomohon, dan Manado. Paket bantuan yang disalurkan untuk anak-anak korban bencana telah diterima oleh sekitar 2.459 anak,” kata Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga telah meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di seluruh Indonesia mengalokasikan anggarannya untuk pemberian bantuan spesifik bagi perempuan dan anak kelompok rentan di daerah masing-masing. Selain itu Menteri Bintang menggalang 20 dunia usaha untuk ikut serta dalam penyaluran bantuan spesifik dan menggandeng Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Yayasan Kalyanamitra, dan Yayasan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasundan, serta kantor urusan perempuan di DKI Jakarta.

 

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 09 Desember 2021

Menteri Bintang: Perempuan Ujung Tombak Pencegahan Gratifikasi Mulai dari Keluarga ( 7 )

Jakarta (8/12) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menuturkan kedudukan dan masa depan keluarga, tentunya tidak terlepas…

Siaran Pers, Kamis, 09 Desember 2021

Menteri Bintang: Pemberdayaan Ekonomi Hulu Penyelesaian Permasalahan Perempuan dan Anak ( 23 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, Arahan Presiden yang menjadi isu prioritas Kemen PPPA terkait pemberdayaan…

Siaran Pers, Kamis, 09 Desember 2021

Kemen PPPA Dukung Pemberdayaan Perempuan Pekerja di Era Otomatisasi dengan Keahlian di Bidang Teknologi ( 14 )

Jakarta (9/12) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendukung  upaya pemberdayaan perempuan dalam partisipasi di dunia kerja…

Siaran Pers, Rabu, 08 Desember 2021

Menteri Bintang Dorong Pelibatan Aktif Perempuan dalam Organisasi DWP ( 61 )

Jakarta (8/12) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menuturkan tugas seorang perempuan bukan semata-mata menjadi pendamping bagi…

Siaran Pers, Selasa, 07 Desember 2021

16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Kemen PPPA Dukung Sinergi Multipihak Wujudkan Ruang Aman Bagi Perempuan ( 91 )

Jakarta (7/12) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dengan melibatkan…