Menteri Bintang: Sekolah Ramah Anak Wujudkan Masa Depan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 13 Januari 2022
  • Dibaca : 342 Kali

Siaran Pers Nomor: B-019/SETMEN/HM.02.04/1/2022

 

 

Jakarta (13/01) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga menuturkan bangsa yang besar adalah bangsa yang juga berinvestasi besar terhadap sumber daya manusianya. Adapun mengutamakan pendidikan terhadap anak menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai cita-cita dari bangsa tersebut.

 

“Jumlah anak di Indonesia sangat besar, dimana mereka mengisi sekitar sepertiga dari populasi Indonesia. Untuk itu, sudah sepatutnya pendidikan yang berkualitas dan ramah terhadap anak diperjuangkan bagi setiap anak Indonesia. Tidak hanya itu, satuan pendidikan juga harus menjadi bagian integral dalam pemenuhan hak-hak anak lainnya. Salah satunya diwujudkan melalui inisiatif Pemerintah dengan kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA),” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Webinar “Membangun Semangat Belajar, Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Menuju Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dalam rangka HUT SMAN 3 Denpasar Ke-45. 

 

Menteri Bintang menjelaskan konsep dari SRA sendiri adalah mengubah pendekatan/paradigma kepada peserta didik dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak, memberikan teladan perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari di satuan Pendidikan, memastikan orang dewasa di satuan pendidikan terlibat penuh dalam melindungi anak dari ancaman yang ada di satuan Pendidikan, dan memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam berbagai aktivitas. 

 

Adapun terkait dengan komponen Sekolah Ramah Anak, Kemen PPPA telah menetapkan 6 (enam) komponen yakni; kebijakan SRA termasuk untuk memetakan enam kelompok anak rentan; pendidik dan tenaga kependidikan terlatih Konveksi Hak Anak dan SRA; pelaksanaan proses belajar yang ramah anak dalam pelaksanaan SRA; sarana dan prasarana ramah anak; partisipasi anak; dan partisipasi orang tua, alumni, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha. Sehingga SRA bukan merupakan kewajiban tenaga pendidikan saja namun juga unsur-unsur di luar sekolah.

 

“Dengan konsep tersebut maka dapat dibayangkan di SRA tidak ada kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, baik antar siswa, dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, maupun seluruh komponen lainnya. Seluruh komponen sekolah bahu membahu menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Semua orang juga bisa berpartisipasi dan berdiskusi secara terbuka secara inklusif. Lingkungan yang demikian menjadi sangat penting bagi pemenuhan hak-hak anak yang sifatnya kompleks dan multisektoral, apalagi di masa pandemi yang serba sulit ini,” imbuhnya. 

 

Dalam momentum tersebut, Menteri Bintang sekaligus memberikan masukan dan dukungan kepada seluruh komponen di SMAN 3 Denpasar. “Saya berharap agar SMAN 3 Denpasar dapat menjadi pionir dan contoh SRA di Kota Denpasar, bahkan di Provinsi Bali, dan di Indonesia. Tentu dukungan dari Ibu/Bapak Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta peserta didik, orang tua/keluarga dan alumni sangat memegang peran kunci. Untuk anak-anakku, tetaplah semangat dalam menggapai cita-cita, manfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang positif, inovatif, dan kreatif. Berpartisipasilah secara aktif dalam pembuatan berbagai keputusan dan jadilah pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak-hak kalian,” ujar Menteri Bintang. 

 

“Marilah kita semua bergandeng tangan, bersinergi, dan berkolaborasi, untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berakhlak, berkarakter, cerdas, unggul dan berdaya saing, yang mampu menghadapi berbagai tantangan di masa kini maupun masa depan, demi dunia yang lebih baik untuk semua,” tutup Menteri Bintang. 

 

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 Mei 2022

Kasus Penculikan 12 Anak, KemenPPPA Minta Hukuman Tegas Terhadap Pelaku ( 51 )

Jakarta (15/5) – Merespon kasus penculikan terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Marak Pelaku Kekerasan Seksual Dilakukan Orang Tua, KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan ( 55 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyayangkan terjadinya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah, baik ayah kandung maupun…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Komitmen Kabupaten Malaka NTT dalam Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ( 33 )

Jakarta (14/05) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memantau pelaksanaan upaya perlindungan khusus bagi anak di daerah…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Tanggap Stunting, Menteri PPPA Kunjungi Desa Stunting ( 27 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Menteri PPPA: Pembangunan Harus Inklusif Gender dan Anak ( 45 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk…