Menteri PPPA Apresiasi Profesionalitas APH Tangani Kasus Pelecehan Anak di Muna, Sultra

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 11 Mei 2022
  • Dibaca : 72 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-257/SETMEN/HM.02.04/04/2022

 

Nusa Tenggara Timur (11/5) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengapresiasi tindakan tegas Aparat Penegak Hukum (APH) dalam memberantas kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak.

Menteri PPPA pun menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya secara khusus kepada Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Kasat Reskrim Polsek) Muna, Sulawesi Tenggara, Astaman Rifaldy Saputra, yang sedang menangani kasus pencabulan anak di wilayah tersebut.

Kasat Reskrim Polsek Muna tersebut dianggap telah menunjukkan integritas dan komitmen tingginya untuk tetap menangkap pelaku pencabulan anak meskipun pelaku adalah saudara sepupunya sendiri.

“Kami mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polsek Muna yang telah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap upaya penegakan hukum tanpa pandang bulu dalam kasus kekerasan seksual kepada anak. Ini menjadi contoh dan teladan bagi APH di wilayah lainnya agar tetap profesional dan tegas dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” ujar Menteri PPPA, di Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/5).

Kasat Reskrim Polsek Muna Astaman Rifaldy Saputra menjadi perhatian masyarakat, terutama di media sosial setelah meminta maaf kepada keluarga dan mencium tangan pelaku pencabulan anak di bawah umur yang ternyata adalah saudara sepupunya sendiri. Astaman kemudian menahan dan memasukkan saudara sepupunya itu ke dalam sel tahanan pada Selasa (10/5). Pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda lima miliar rupiah.

Diketahui dalam kasus ini, pelaku telah berulang kali melakukan pencabulan hingga korban hamil. Korban pun melaporkan hal tersebut ke Polres Muna bersama ayah tirinya.

“Kami juga mengapresiasi keberanian korban dan keluarga untuk melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya. Hal ini menunjukkan kepercayaan kepada APH dalam menuntaskan kasus kekerasan seksual di Indonesia,” ungkap Menteri PPPA.

Lebih lanjut, Menteri PPPA menerangkan selain dapat melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialami ataupun dilihat kepada APH, masyarakat juga dapat menghubungi hotline pelayanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) melalui call center 129 atau Whatsapp 08111-129-129.

 

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 Mei 2022

Kasus Penculikan 12 Anak, KemenPPPA Minta Hukuman Tegas Terhadap Pelaku ( 51 )

Jakarta (15/5) – Merespon kasus penculikan terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Marak Pelaku Kekerasan Seksual Dilakukan Orang Tua, KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan ( 55 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyayangkan terjadinya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah, baik ayah kandung maupun…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Komitmen Kabupaten Malaka NTT dalam Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ( 33 )

Jakarta (14/05) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memantau pelaksanaan upaya perlindungan khusus bagi anak di daerah…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Tanggap Stunting, Menteri PPPA Kunjungi Desa Stunting ( 26 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Menteri PPPA: Pembangunan Harus Inklusif Gender dan Anak ( 45 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk…