Menteri PPPA: Pembangunan Harus Inklusif Gender dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 14 Mei 2022
  • Dibaca : 50 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 258  /SETMEN/HM.02.04/05/2022

 

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk bersama-sama mengupayakan pembangunan yang inklusif terhadap kepentingan terbaik bagi anak dan perempuan melalui Komitmen Bersama Pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Dalam mendukung pembangunan yang inklusif, Menteri PPPA turut mengukuhkan Relawan Sahabat Perempuan dan Peduli Anak, serta melepaskan 150 wisudawan Sekolah Perempuan “Bife Meto” yang diselenggarakan di Kantor Bupati TTS, NTT (11/05).

“KemenPPPA telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi, salah satunya melalui pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang diharapkan dapat menjadi spektrum baru bagi pembangunan nasional yang berkeadilan gender, serta mampu menjadi jawaban bagi penyelesaian lima arahan prioritas yang diamanatkan oleh bapak presiden,” ungkap Menteri PPPA.

“Melalui penandatanganan Komitmen Bersama menunjukan usaha keras dari Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mewujudkan desa dan kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak secara mandiri dengan potensi sumber daya daerah masing-masing”, lanjut Menteri PPPA.

Menteri PPPA juga mengucapkan terima kasih dan berharap 15 desa di Kabupaten TTS ini tidak sebatas merayakan launching DRPPA saja, tapi bisa diimplementasikan secara nyata menjadi model yang bisa direplikasi ke daerah lain, sehingga dapat terwujud pemenuhan hak anak dan perempuan.

Dalam mewujudkan perempuan dan anak-anak Indonesia yang berkualitas, dibutuhkan sinergitas dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Masyarakat, Keluarga, terutama perempuan dan anak itu sendiri yang paling paham mengenai kebutuhan mereka. “Pelibatan perempuan dalam pembangunan tersebut telah diwujudkan oleh Kabupaten TTS melalui Sekolah Perempuan (Sekoper) “Bife Meto” yang baru saja melepaskan 150 wisudawati”, ujar Menteri PPPA.

Senada dengan Menteri PPPA, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengatakan, wisuda 150 Anggota Sekolah Perempuan merupakan perwujudan dari komitmen dari kabupaten TTS untuk mencapai tujuan khusus untuk membangun kepercayaan diri perempuan, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perempuan untuk kesejahteraan keluarga dan membangun kesetaraan gender dalam keluarga, serta memotivasi perempuan untuk berperan dalam pembangunan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri PPPA meninjau produk UMKM berupa kerajinan tangan, kain tenun dan macam-macam panganan anggota Sekoper “Bife Meto” serta meninjau Sekoper di Kecamatan Fatumnasi.

Lebih lanjut, dalam memberikan layanan yang memadai sesuai dengan kebutuhannya, Menteri PPPA juga mengukuhan 30 Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Kabupaten TTS. Diharapkan 30 relawan tersebut dapat membantu penanganan permasalahan perempuan dan anak yang dilaporkan ke Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak dan lembaga layanan perempuan di desa.

Selain itu, Pemerintah Daerah TTS turut mengapresiasi peran tokoh masyarakat yang berjasa dalam membantu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan memberikan penghargaan kepada 5 (lima) orang pegiat.

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 Mei 2022

Kasus Penculikan 12 Anak, KemenPPPA Minta Hukuman Tegas Terhadap Pelaku ( 51 )

Jakarta (15/5) – Merespon kasus penculikan terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Marak Pelaku Kekerasan Seksual Dilakukan Orang Tua, KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan ( 55 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyayangkan terjadinya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah, baik ayah kandung maupun…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Komitmen Kabupaten Malaka NTT dalam Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ( 36 )

Jakarta (14/05) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memantau pelaksanaan upaya perlindungan khusus bagi anak di daerah…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Tanggap Stunting, Menteri PPPA Kunjungi Desa Stunting ( 31 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Menteri PPPA: Pembangunan Harus Inklusif Gender dan Anak ( 50 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk…