Tanggap Stunting, Menteri PPPA Kunjungi Desa Stunting

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 14 Mei 2022
  • Dibaca : 26 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 260  /SETMEN/HM.02.04/05/2022

 

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting guna menurunkan angka stunting sebesar 14 persen di tahun 2024 sesuai arahan presiden dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 bebas stunting. Dalam mewujudkan target penurunan angka stunting tersebut, Menteri PPPA mengunjungi Desa Pusu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT yang di dalamnya terdapat 102 anak mengalami stunting (11/05).

“Konsentrasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari pemerintah pusat, perlu didukung sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari tingkat desa seperti di Desa Pusu ini harus diperhatikan pemenuhan hak anak dan perlindungannya. Karena, ketika kita bicara pembangunan sumber daya manusia, berbeda dengan pembangunan sumber daya fisik yang tampak jelas. Pembekalan terhadap ibu-ibu di Desa Pusu menjadi penting agar dapat menekan angka stunting yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa. KemenPPPA siap membantu untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkannya,” ungkap Menteri PPPA.

Kementerian PPPA telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara optimal, salah satunya melalui menekan angka stunting anak.

“Bicara masalah stunting bukan hanya dari pola makan anak, tapi juga pola asuh dan sanitasi menjadi penting. Selain itu, intervensi 1000 hari kehidupan yang diawali dengan 9 (sembilan) bulan ketika janin masih dalam kandungan dan 2 (dua) tahun setelah anak lahir menjadi hal penting yang harus ibu-ibu perhatikan,”

Lebih lanjut, Menteri PPPA mengapresiasi peran serta mama-mama di Desa Pusu dalam menekan dan mengatasi stunting melalui dibentuknya 10 orang kader yang memberikan pendampingan kepada para ibu dan anak melalui posyandu.

Dalam kunjungan kerja ke Desa Pusu, KemenPPPA juga menyerahkan 28 paket susu untuk ibu hamil.

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 Mei 2022

Kasus Penculikan 12 Anak, KemenPPPA Minta Hukuman Tegas Terhadap Pelaku ( 50 )

Jakarta (15/5) – Merespon kasus penculikan terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Marak Pelaku Kekerasan Seksual Dilakukan Orang Tua, KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan ( 55 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyayangkan terjadinya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah, baik ayah kandung maupun…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Komitmen Kabupaten Malaka NTT dalam Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ( 29 )

Jakarta (14/05) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memantau pelaksanaan upaya perlindungan khusus bagi anak di daerah…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Tanggap Stunting, Menteri PPPA Kunjungi Desa Stunting ( 26 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Menteri PPPA: Pembangunan Harus Inklusif Gender dan Anak ( 45 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk…