Komitmen Kabupaten Malaka NTT dalam Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 14 Mei 2022
  • Dibaca : 37 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-  261  /SETMEN/HM.02.04/05/2022
 
 


Jakarta (14/05) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memantau pelaksanaan upaya perlindungan khusus bagi anak di daerah sekaligus mengkoordinasikan penanganan kasus kekerasan seksual di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Malaka merupakan kabupaten yang diresmikan sebagai daerah otonom pada tahun 2013, terus berbenah termasuk melengkapi  sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam rangka memberikan perlindungan khusus bagi anak. Sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan, Kabupaten Malaka rentan akan kasus kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang termasuk anak-anak berskala internasional.
 
Menteri PPPA melalui Nahar selaku Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak menyampaikan maksud kunjungan kerja kepada Simon Nahak selaku Bupati Malaka. “Kehadiran kami disini termasuk untuk mengecek kesiapan Kabupaten Malaka dalam menghadapi berbagai kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak di perbatasan. Kami berharap Bupati Malaka terus dapat memberi perhatian sesuai kewenangannya bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di perbatasan,” tutur Nahar.
 
Menanggapi hal tersebut, Bupati Malaka menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian secara khusus terhadap kasus kekerasan yang terjadi di daerahnya serta akan melakukan upaya pencegahan. “Saya mengutuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Malaka,” tegas Simon. 

Lebih lanjut Simon menyatakan harapannya untuk dapat segera membentuk lembaga perlindungan perempuan dan anak sebagai wadah yang berfokus pada perlindungan perempuan dan anak yang sedang mengalami masalah hukum.
 
Selain itu, Nahar juga mengunjungi dan berdiskusi dengan Kapolres  terkait respons kepolisian dalam menangani laporan masyarakat tentang kasus kekerasan seksual yang belakangan terjadi di Malaka. Nahar juga menjelaskan pendekatan manajemen kasus dalam layanan perlindungan perempuan dan anak pasca berlakunya UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual kepada jajaran Polres Malaka, Dinas PPPA Provinsi NTT, dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Malaka.
 
“Dengan berlakunya UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus serius dalam melaksanakan upaya pencegahan, pelayanan, dan pemulihan korban,” jelas Nahar.
 
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Malaka, AKBP Rudy Jacob Junus Ledo menggambarkan kondisi kasus kekerasan di Kabupaten Malaka. Rudy juga menerangkan hambatan proses hukum di Malaka seperti belum adanya jaksa anak, baru ada 4 (empat) Polisi Wanita di Polres Malaka, serta belum adanya pendamping korban yang memadai.
 
Lebih lanjut Rudy berkomitmen untuk memproses penegakan hukum secara profesional dan cepat, serta membuat 2 (dua) ruangan khusus yang responsif perempuan dan anak di Polres Malaka. “Perlu ada perhatian karena Malaka merupakan kantong Pekerja Migran Indonesia sehingga rawan terjadinya kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang,” imbuh Rudy.
 
Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Nahar juga mengunjungi salah satu korban persetubuhan terhadap anak di kediaman kerabat korban. Namun korban belum dapat bicara banyak, lebih banyak diam dan sering menundukkan wajah ketika diajak bicara, ketika ditanya korban merasa tidak enak badan dan merasa sedih.
 
Untuk itu Nahar mendorong agar Dinas PPPA Provinsi NTT dapat memfasilitasi Kabupaten Malaka sehingga dapat segera memberikan layanan intervensi yang sesuai kebutuhan korban. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian layanan untuk pemulihan kondisi psikologis korban agar dapat kembali beraktivitas seperti semula. Selain itu diharapkan Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka mendampingi korban untuk mengajukan haknya atas restitusi.
 
"Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka agar dapat mengakses Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perlindungan Perempuan dan Anak yang telah dialokasikan melalui Provinsi NTT untuk membantu upaya pemulihan korban," ujar Nahar.
 
Tidak lupa Nahar menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah dan kepolisian Kabupaten Malaka yang telah mengupayakan penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak tersebut. “Apa yang sudah dan masih dilakukan agar terus dijaga sehingga ketika ada kasus perempuan dan anak bisa diselesaikan sesuai koridor dan hukum yang berlalu di republik ini,” harap Nahar.

 
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 Mei 2022

Kasus Penculikan 12 Anak, KemenPPPA Minta Hukuman Tegas Terhadap Pelaku ( 52 )

Jakarta (15/5) – Merespon kasus penculikan terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Marak Pelaku Kekerasan Seksual Dilakukan Orang Tua, KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan ( 55 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyayangkan terjadinya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah, baik ayah kandung maupun…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Komitmen Kabupaten Malaka NTT dalam Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ( 37 )

Jakarta (14/05) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memantau pelaksanaan upaya perlindungan khusus bagi anak di daerah…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Tanggap Stunting, Menteri PPPA Kunjungi Desa Stunting ( 32 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting…

Siaran Pers, Sabtu, 14 Mei 2022

Menteri PPPA: Pembangunan Harus Inklusif Gender dan Anak ( 52 )

Nusa Tenggara Timur (12/05) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk…