Rayakan Hari Batik, Menteri PPPA Dukung Peran Perempuan Lestarikan Batik

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 01 Oktober 2022
  • Dibaca : 243 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 492  /SETMEN/HM.02.04/09/2022

 

Jakarta (01/30) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendukung peran perempuan dalam melestarikan budaya Indonesia melalui batik. Dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober mendatang, Menteri PPPA mengajak para perempuan pegiat batik untuk mengembangkan potensi batik di berbagai sektor khususnya di bidang busana.

“Peran perempuan di dalam kebudayaan sangatlah besar, baik di bidang sandang, pangan, maupun papan. Dalam hal sandang, kontribusi perempuan Indonesia tak terbilang besarnya karena di seluruh penjuru nusantara produk kain tradisional dikerjakan oleh perempuan dan dipasarkan untuk seluruh masyarakat. Salah satu kain tradisional tersebut adalah batik yang kaya akan motif dan corak,” tutur Menteri PPPA dalam acara Fashion Show bertajuk  “Basundari: Kala Di Wedari” yang diselenggarakan secara hybrid di Intercontinental Hotel Jakarta (30/09).

Menteri PPPA menuturkan bahwa batik telah diakui sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Maka dari itu, perempuan yang jumlahnya hampir setengah dari populasi Indonesia memegang peran penting dalam melestarikan kebudayaan batik.

“Busana nasional Batik adalah kekuatan kita dalam membangun kebudayaan bangsa dan memuliakan jati diri bangsa. Untuk itu marilah para perempuan Indonesia, teruslah berkarya dan berekspresi dalam meningkatkan potensi batik, bukan hanya dalam subsektor fashion, tetapi diharapkan dapat muncul potensi lain seperti destinasi wisata budaya, karena tiap daerah memiliki batik ciri khasnya masing-masing,” kata Menteri PPPA.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Uno menyampaikan dukungan terhadap sepak terjang pengusaha perempuan dalam menggeluti bisnis di industri kreatif. Hal tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan budaya bisa terus bersaing di era modern.

Sementera itu, Direktur Compliance dan Human Capital Bank Syariah Indonesia (BSI), Tribuana Tunggadewi turut mendukung berkembangnya fashion muslim yang menjadi salah satu andalan dalam mendorong ekonomi kreatif. Melalui kerja sama dan kolaborasi, diharapkan dapat terus mendorong peran perempuan di dunia bisnis.

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 02 Desember 2022

Menteri PPPA: Dharma Wanita Persatuan menjadi Mitra Pemerintah dalam Menyelesaikan Isu Perempuan, Anak dan Keluarga ( 75 )

  Jakarta (02/12) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong sinergi organisasi perempuan untuk menyelesaikan berbagai…

Siaran Pers, Jumat, 02 Desember 2022

G20 EMPOWER Indonesia Resmi Berakhir, Menteri PPPA: Deklarasi G20 Alami Kemajuan Signifikan ( 86 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, Deklarasi G20 telah mengalami kemajuan yang signifikan. Pasalnya, Presidensi G20…

Siaran Pers, Senin, 28 November 2022

Menteri PPPA Dorong Partisipasi Perempuan dalam Pemanfaatan Energi Bersih ( 22 )

Jakarta (28/11) – “Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pemanfaatan energi bersih”. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan…

Pengumuman, Kamis, 01 Desember 2022

PANDUAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-94 TAHUN 2022 ( 193 )

Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat…

Siaran Pers, Kamis, 01 Desember 2022

KemenPPPA Luncurkan Pedoman Transformasi Digital Perempuan ( 99 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan Pedoman Transformasi Digital Perempuan dalam kegiatan Webinar Nasional "Menutup Kesenjangan Gender Digital:…