Saatnya Laki-Laki Terlibat untuk Cegah dan Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI)

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 24 November 2022
  • Dibaca : 815 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 578/SETMEN/HM.02.04/11/2022

Jakarta (24/11) – Tren tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 6.856 jumlah kematian ibu tahun 2021, meningkat dari sebelumnya 4.197 kematian ibu tahun 2019. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Lenny Rosalin menyebut peran laki-laki sangat penting untuk dapat mencegah bahkan menurunkan AKI.

“Dukungan dan peran laki-laki sangat penting untuk selalu mendampingi, mendukung dan bekerja sama meningkatkan kesehatan ibu dari saat kehamilan, persalinan dan pasca persalinan seperti menyusui dan pengasuhan,” ujar Lenny dalam Seminar Pelibatan Laki-laki dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu, secara hybrid, Rabu (23/11).

Lenny sepakat jika pelibatan laki-laki dalam mendukung kesehatan ibu perlu menjadi tren baru di masa kini dan masa depan.

“Jumlah laki-laki itu 50 persen dari total penduduk Indonesia. Di sini aspek pencegahan sangat penting. Sekarang ini harus kita gaungkan bahwa laki-laki itu bisa turut menyelamatkan ibu agar tidak meninggal. Sehingga kita harapkan AKI bisa turun dengan kontribusi dan peran laki-laki” ujar Lenny.

Di samping mencegah risiko kematian pada ibu, Lenny menuturkan ada banyak efek baik dari dukungan dan peran yang positif dari laki-laki, seperti ibu tidak stress selama masa kehamilan, anak yang dilahirkan lebih sehat, dan lebih berkualitas.

“Saya melihat bukan laki-laki tidak mau terlibat, mungkin mereka belum tahu dan paham. Makanya kami perlu siapkan materi advokasi menggunakan bahasa mereka, cara yang mudah dipahami laki-laki dengan bersinergi dan melibatkan berbagai stakeholder terkait. Kami berharap dengan peran laki-laki meningkat, paling tidak kematian ibu dapat dicegah,” jelas Lenny.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eni Gustina menjelaskan ada beberapa penyebab tidak langsung dari kematian ibu yaitu Tiga Terlambat (3T) terlambat memutuskan, terlambat mencapai tempat pelayanan kesehatan, terlambat mendapakan pelayanan dari fasilitas kesehatan, dan Empat Terlalu (4T) terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kelahiran. Sejumlah strategi dilakukan untuk mendorong partisipasi laki-laki dalam penurunan AKI.

“Pilar utama dalam menurunkan angka kematian ibu adalah family planning (keluarga berencana) yang tentu membutuhkan peran dan partisipasi laki-laki. Partisipasi dalam penurunan AKI untuk mengatasi Tiga Terlambat dengan partisipasi dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) melalui Suami SIAGA. Sedangkan untuk mengatasi Empat Terlalu dengan partisipasi dalam keluarga berencana seperti perencanaan jumlah anak, pengambilan keputusan dalam ber-KB dan kesertaan dalam KB laki-laki,” jelas Eni.


Zumrotin K Susilo dari Yayasan Kesehatan Perempuan mengatakan pelibatan laki-laki terutama dalam penurunan AKI seharusnya sudah dimulai dari keluarga. Keluarga terlibat dengan menerapkan dan mengajarkan pemahaman gender di keluarga bahwa laki-laki dan perempuan itu harus saling menghormati, saling melindungi dan saling membantu. Diharapkan nilai gender yang sudah dimiliki dapat memunculkan sikap tanggung jawab ketika dewasa.

“Setiap pasangan yang merencanakan akan mendapatkan anak, maka dia harus juga mempunyai tanggung jawab bersama antara perempuan dan laki-laki. Nilai ini sebaiknya sudah ditanamkan di dalam keluarga sejak dini. Perempuan hamil itu perlu kasih sayang supaya emosinya stabil dan dia bahagia, itu perlu sekali jangan sekali-sekali para lelaki melakukan kekerasan dalam bentuk apapun kepada istrinya yang sedang hamil karena itu akan berpengaruh,” jelas Zumrotin.

Kegiatan Seminar Pelibatan Laki-laki dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu upaya KemenPPPA untuk menguatkan kembali kampanye HeForShe dan peningkatan kesetaraan gender dalam keluarga melalui pelibatan dan peran laki-laki. Seminar ini turut dihadiri oleh berbagai narasumber diantaranya Muhammad Yusuf dari Kementerian Kesehatan dan Rifka Annisa dari WCC.

 


BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 02 Desember 2022

Menteri PPPA: Dharma Wanita Persatuan menjadi Mitra Pemerintah dalam Menyelesaikan Isu Perempuan, Anak dan Keluarga ( 77 )

  Jakarta (02/12) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong sinergi organisasi perempuan untuk menyelesaikan berbagai…

Siaran Pers, Jumat, 02 Desember 2022

G20 EMPOWER Indonesia Resmi Berakhir, Menteri PPPA: Deklarasi G20 Alami Kemajuan Signifikan ( 88 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, Deklarasi G20 telah mengalami kemajuan yang signifikan. Pasalnya, Presidensi G20…

Siaran Pers, Senin, 28 November 2022

Menteri PPPA Dorong Partisipasi Perempuan dalam Pemanfaatan Energi Bersih ( 22 )

Jakarta (28/11) – “Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pemanfaatan energi bersih”. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan…

Pengumuman, Kamis, 01 Desember 2022

PANDUAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-94 TAHUN 2022 ( 196 )

Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat…

Siaran Pers, Kamis, 01 Desember 2022

KemenPPPA Luncurkan Pedoman Transformasi Digital Perempuan ( 100 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan Pedoman Transformasi Digital Perempuan dalam kegiatan Webinar Nasional "Menutup Kesenjangan Gender Digital:…