Sambutan Menteri Negara Pada Acara Puncak PHI ke-84

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 19 Februari 2016
  • Dibaca : 5314 Kali

MENTERI NEGARA

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

PADA ACARA PUNCAK PERINGATAN HARI IBU KE-84 TAHUN 2012

Jakarta, 18 Desember 2012

 

Yang terhormat,

1. Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono;

2. Para Pimpinan Lembaga Negara dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II;

3. Gubernur DKI Jakarta beserta Ibu;

4. Para Duta Besar Negara Sahabat;

5. Para mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan;

6. Para Gubernur, Bupati dan Walikota;

7. Para Tokoh Perempuan, para Pimpinan Organisasi Perempuan,  Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Perwakilan Badan PBB, perwakilan generasi muda, para undangan dan hadirin yang berbahagia, serta

8. Para pemirsa TVRI dan pendengar RRI di manapun berada.

 

Assalamu’alaikum wr.wb.

Selamat pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua.

Alhamdullilah dipanjatkan kehadirat Yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat menyelenggarakan Acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-84 Tahun 2012 pada hari ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Izinkan kami atas nama penanggung jawab PHI ke-84 Tahun 2012 menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Ibu Negara bahwa di tengah-tengah kegiatan yang begitu padat (bahkan setelah acara ini Bapak Presiden akan berangkat untuk kunjungan kenegaraan ke luar negeri), Bapak dan Ibu masih menyempatkan hadir bersama-sama untuk merayakan Peringatan Hari Ibu ke-84 Tahun 2012.

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Tonggak perjuangan perempuan Indonesia yang diikrarkan pada Kongres Perempuan Indonesia yang pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta senantiasa memberikan rasa haru dan kebanggaan bagi kita. Tentu keharuan dan kebanggaan ini adalah bentuk “warisan” para pejuang bagi generasi penerus untuk dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk tetap tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Betapa tidak, sudah 84 (delapan puluh empat) tahun kita memperingati Hari Ibu di seluruh pelosok  Indonesia yang artinya semua pihak berkepentingan untuk tetap menjaga semangat dan roh perjuangan perempuan Indonesia bersama-sama dengan mitranya kaum laki-laki agar perempuan dapat hidup sebagai “agent of change” dan mitra strategis laki-laki di dalam berbagai bidang pembangunan. Tema Peringatan Hari Ibu adalah “Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan menuju Kesejahteraan Bangsa”.

Tema ini kami angkat dengan mempertimbangkan antara lain bahwa Sekretaris Jenderal PBB telah menunjuk Bapak Presiden bersama-sama dengan Perdana Menteri Inggris  dan Presiden Republik Liberia sebagai “Ketua Bersama” Tingkat Tinggi Para Tokoh Terkemuka untuk merumuskan Visi dan Agenda Pembangunan Pasca Sasaran Pembangunan Millenium tahun 2015 (Post 2015 Development Agenda).

Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan  Pasca Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs yang mensyaratkan adanya keseimbangan di antara pembangunan di  bidang ekonomi, sosial dan lingkungan serta pembangunan di bidang politik dan penegakan hukum.  Pembangunan berkelanjutan juga mensyaratkan adanya kesetaraan berbasis gender dan wilayah tanpa memandang status sosial, agama dan suku, mendorong adanya pembangunan yang inklusif (pembangunan yang dapat dinikmati oleh semua masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak, kelompok masyarakat adat dan kelompok yang terpinggirkan) dan  dilaksanakannya kebijakan “affirmative action” bagi mereka yang masih tertinggal.

Perempuan dan laki-laki memiliki peran yang adil dan setara di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan didalam memperjuangkan kesejahteraan ekonomi, sosial, politik dan hukum serta mendapatkan akses dan kesempatan yang sama di dalam mendapatkan sumberdaya pembangunan, termasuk akses terhadap informasi, teknologi dan komunikasi serta perlakuan yang adil di muka hukum.  Untuk itu kemajuan yang sudah dicapai kaum perempuan dan laki-laki di dalam Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Kesetaraan gender dalam pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan telah dijabarkan dalam prioritas pembangunan jangka menengah tahun 2010-tahun 2014 dan seterusnya sampai dengan 2024 (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional–RPJPN) melalui pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender. Hal ini bahkan semakin diperkokoh melalui komitmen Indonesia untuk bergabung dalam gerakan Equal Futures Partnership (EFP) bersama 13 negara lainnya, yang diluncurkan di sela-sela persidangan Majelis Umum PBB ke-67 bulan September yang lalu di New York. Rencana Aksi EFP Indonesia terutama diarahkan untuk mengamandemen peraturan perundangan ketenagakerjaan dan ekonomi yang belum responsif gender dan meningkatkan representasi dan partisipasi perempuan di dalam politik dan pengambilan keputusan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.  Di samping itu, baru-baru ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) juga telah menjadi penyelenggara dan mengetuai persidangan Konperensi Tingkat Menteri IV tentang Peranan Perempuan dalam Pembangunan Negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).  Hasil dari KTM ini berupa “Jakarta Declaration” yang berisi deklarasi para Negara anggota OKI untuk turut meningkatkan pembangunan berkelanjutan berbasis manusia (people-centered sustainable development), melalui peningkatan dan penguatan di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.  Deklarasi Jakarta juga semakin memperkokoh komitmen dan pelaksanaan pengarusutamaan gender  sebagai salah satu strategi utama negara anggota OKI didalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Di lain pihak, dari sisi kebijakan/regulasi, sudah banyak peraturan perundang-undangan yang disusun bersama-sama dengan pemangku kepentingan terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Walaupun demikian, tantangan yang dihadapi di Indonesia tidak sedikit. Budaya patriarki, struktural dan sistem serta substansi peraturan yang belum responsif gender dan peduli hak anak masih menjadi hambatan utama di dalam mewujudkan pengarusutamaan gender.

Sebagai contoh, kami menyoroti dan prihatin tentang masih terjadinya pelecehan terhadap lembaga pernikahan/perkawinan yang berbentuk kekerasan dan ketidakadilan bagi perempuan yang tentu sangat mengusik perasaan masyarakat, perempuan dan laki-laki, yang saat ini sudah terbangun dan terus akan dibangun tekad menciptakan keluarga sejahtera dan bermartabat sebagai kunci dari kesejahteraan keluarga itu sendiri yaitu pembentukan karakter generasi penerus yang bermoral, mandiri dan mampu menampilkan keteladanan.  Kondisi ini tentu akan mempengaruhi proses kita di dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Terkait dengan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya yang setiap tahun dilakukan, respons yang membanggakan adalah pada komitmen Kementerian/Lembaga, provinsi, kabupaten/kota yang semakin meningkat sehingga untuk nilai utama, madya dan pratama saat ini ada sejumlah: 12 K/L, 21 provinsi dan 42 kab/kota. Selamat kepada para penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Sejak bertahun-tahun, tanpa henti 6 (enam) organisasi perempuan (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu/SIKIB, Kongres Wanita Indonesia/KOWANI, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Dharma Pertiwi, dan Bhayangkari) melakukan berbagai upaya melalui program kerjanya yang mendorong dan memberikan akses kepada perempuan, keluarga dan masyarakat untuk mendapatkan haknya serta turut berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan bangsa, dari pusat sampai dengan pelosok tanah air.

Dengan pertimbangan dan alasan tersebut, maka pada momentum  Hari Ibu tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan penghargaan kepada 6 organisasi perempuan tersebut berupa Anugerah dengan nama “Bhakti Nirantara” (pengabdian yang tak pernah berhenti), sebagai bentuk apresiasi serta terima kasih dari pemerintah. Kedepan tentu kami berharap akan terus dapat memberikan penghargaan kepada penggiat-penggiat serta lembaga sosial masyarakat yang bergerak dalam upaya membangun kesetaraan gender dan perlindungan anak.

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Kegiatan lainnya, kami juga akan memberikan penghargaan kepada media, dilandasi dengan pertimbangan bahwa media mampu mempengaruhi dan membentuk opini serta pola pikir masyarakat dalam membangun sikap masyarakat yang bertanggung jawab terkait dengan opini tentang pentingnya  pemberdayaan perempuan dan kesetaran gender.  Penilaian  dilakukan  bagi media cetak dan elektronik (koran, tabloid, majalah, media online dan televisi) selama kurun waktu tahun 2012 ini.  Pada sisi individu, kami juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh perempuan yang sepanjang waktu secara konsisten, tidak kenal menyerah, terus mendorong serta berjuang untuk terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di segala bidang. Rangkaian kegiatan tersebut bertema “Gemilang Perempuan Indonesia” yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2012.

 

Yth. Bapak Presiden, Ibu Negara dan hadirin yang saya hormati,

Dalam momentum yang strategis ini, ijinkan kami meminta perkenan Bapak Presiden untuk memberikan arahan yang akan dipedomani dalam tugas selanjutnya, utamanya langkah dan upaya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju kesejahteraan bangsa. Terima kasih.

Kami pun ingin menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono yang senantiasa memberikan arahan dan secara langsung mengajak dan menggerakkan kita semua untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan memperkuat jejaring antar organisasi perempuan melalui karya nyata. Terima kasih Ibu.

Sebelum menutup sambutan ini, saya mengajak kita perempuan Indonesia untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan para Perempuan Pahlawan Nasional, para perempuan pejuang pendahulu kita, teruskan semangat, dedikasi dan ketulusan cinta kepada tanah air sebagai “warisan” yang akan kita berikan kepada generasi penerus bangsa, perempuan dan laki-laki.

Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja keras seluruh Panitia Nasional dan semua pihak yang dengan penuh dedikasi dan bertanggung jawab berpartisipasi didalam menyukseskan rangkaian acara Peringatan Hari Ibu ke-84 Tahun 2012 ini.

 

Sekian dan terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah,

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

 

Menteri Negara

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia

Ttd.

Linda Amalia Sari Gumelar

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (23)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (28)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (23)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (64)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (83)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"