Press Release : MENTERI PP DAN PA KAWAL DAN PANTAU PROSES HUKUM KASUS KEKERASAN ANAK DI KEDIRI

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 18 April 2016
  • Dibaca : 1706 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PP DAN PA KAWAL DAN PANTAU

PROSES HUKUM KASUS KEKERASAN ANAK DI KEDIRI

Siaran Pers Nomor: 31/Humas KPP-PA/4/2016


Kediri - (18/4) Menteri PP dan PA, Yohana Yembise didampingi Deputi Perlindungan Anak, Pribudiarta dan Staf Khusus Albaet Pikri pada hari senin melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat di Kota dan Kabupaten Kediri, untuk memantau perkembangan kasus kekerasan seksual yang menimpa 17 anak dengan tersangka pengusaha berinisial SS. Kunjungan pertama berlangsung di rumah dinas Walikota Kediri. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dan Kapolres Kediri Kota, AKBP Bambang Widjanarko Baiin, Menteri Yohana menyatakan akan mengawal serta memantau proses penegakan hukum kasus ini baik ditingkat penyidikan dan penuntutan agar pelaku mendapat hukuman setimpal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Beliau menyampaikan bahwa salah satu penyebab terjadinya kasus kekerasan anak ini yaitu kenakalan anak dan remaja sebagai dampak dari kemajuan teknologi seperti media sosial, smartphone, banyak anak membuka situs pornografi serta meniru hal hal negatif yang terkandung di dalamnya.

"MENTERI PP DAN PA, YOHANA YEMBISE MELAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE KEDIRI, JAWA TIMUR DALAM RANGKA MEMANTAU PERKEMBANGAN KASUS KEJAHATAN SEKSUAL YANG MENIMPA SEJUMLAH ANAK DI KABUPATEN DAN KOTA KEDIRI DENGAN PELAKU SEORANG PENGUSAHA BERINISIAL SS. DALAM KUNJUNGAN KERJA TERSEBUT MENTERI YOHANA MENGUNJUNGI SMP NEGERI 1 KOTA KEDIRI UNTUK MEMASTIKAN TIDAK TERJADI KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH, MENGUNJUNGI KEJAKSAAN NEGERI KABUPATEN KEDIRI DAN POLRES KABUPATEN KEDIRI, DAN MELAKUKAN PERTEMUAN DENGAN LSM YAYASAN KEKUATAN  CINTA (YKC) UNTUK MEMBAHAS LAPORAN PERKEMBANGAN KASUS TERSEBUT DI HOTEL GRAND SURYA, KEDIRI, 18 APRIL 2016."

Dalam kunjungan di tempat berikutnya yaitu Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngasem Kabupaten Kediri, Menteri Yohana menemui Jajaran Kejari Kabupaten Kediri untuk memantau perkembangan proses hukum dari kasus tersebut, "Kasus kejahatan seksual dengan tersangka SS sudah dalam tahap pemeriksaan di pengadilan. Tersangka dijerat dengan pasal 76E Undang – Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan dari UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan tuntutan hukuman maksimal 15 tahun penjara denda 5 (lima) miliar rupiah.

000
 


Menteri PP dan PA mengatakan saat ini korban telah dikembalikan ke keluarga masing-masing dan telah melakukan aktivitas sekolah seperti biasa dengan pendampingan dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). "Kami sangat mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang telah memberikan rehabilitasi dan trauma healing kepada korban, serta Kejaksaan dan Walikota Kediri untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan yang diterjadi di masyarakat khususnya terhadap perempuan dan anak. Dalam kasus ini kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus SS kepada aparat penegak hukum yang berwenang di Kabupaten dan Kota Kediri.”


Menteri PP dan PA juga mengunjungi Polres Kabupaten Kediri untuk memantau perkembangan kasus, dilanjutkan dengan kunjungan ke SMP Negeri 1 Kota Kediri untuk berdialog dengan siswa dan siswi serta guru terkait dengan pencegahan kekerasan di Sekolah.
"Kita harus menjaga anak agar tidak melakukan tindak kekerasan atau menjadi korban kekerasan. Jangan ragu untuk melaporkan segala bentuk kekerasan ke lembaga yang ada seperti P2TP2A, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA).”


Kunjungan diakhiri dengan pertemuan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Yayasan Kekuatan Cinta (LSM YKC) di Hotel Grand Surya Kediri untuk membahas hasil laporan perkembangan kasus kekerasan anak di Kediri dengan tersangka SS.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (189)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (713)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (695)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…