Press Release : Pembentukan Satgas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 28 Maret 2016
  • Dibaca : 5577 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

Pembentukan Satgas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak

 

Jakarta (28/3) – Guna membantu penanganan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan yang dilaporkan ke Kementerian PP dan PA dan Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di daerah, KPPPA akan memfasilitasi  pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Masalah Perempuan dan Anak baik di pusat dan daerah. Menurut rencana keberadaan Satgas tersebar di 34 provinsi dan 273 kabupaten/kota. Demikian dikatakan Menteri Yohana Yembise saat menengok 2 balita dan 1 bayi di RSPA Bambu Apus, Minggu (27/3).

"MENTERI PP DAN PA, YOHANA YEMBISE, DIDAMPINGI OLEH DEPUTI PERLINDUNGAN ANAK, PRIBUDIARTA NUR DAN STAF KHUSUS MENTERI, FERNANDEZ HUTAGALUNG, MENGUNJUNGI ANAK-ANAK KORBAN EKPLOITASI DI RPSA BAMBU APUS, JAKARTA TIMUR, MINGGU 27 MARET 2016."

Menurut Yohana, keberadaan Satgas nantinya akan melakukan tugasnya yaitu melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, melindungi perempuan dan anak di lokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan dirinya, menempatkan dan mengungsingkan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ke bagian pengaduan, P2TP2A  bila diperlukan dan melakukan rujuan dan atau merekomendasikan kepada P2TP2A terdekat atau lembaga layanan perempuan dan anak, untuk mendapatkan layanan lebih lanjut.


 

“Gagasan untuk membentuk Satgas berdasarkan pertimbangan bahwa setiap tahun jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan dengan berbagai jenis kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi dan kekerasan lainnya. Kasusnya seperti gunung es yang dilaporkan hanya sedikit bila dibandingkan dengan kasus yang terjadi,” ujar Menteri Yohana.

 

Permasalahan perempuan dan anak yang dilaporkan ke Kementerian PP dan PA dan Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak hanya menyangkut kasus pidana, tapi juga kasus perdata. Dimana perempuan dan anak juga sering dirugikan yang menyebabkan tidaknya mendapatkan hak yang sama, bahkan dirampas hak keperdataannya.

 

Pembentukan Satgas dimaksudkan untuk membantu P2TP2A atau Unit Layanan Perempuan dan Anak lainnya dalam memberikan layanan kepada perempuan dan anak dengan permasalahan dan kebutuhan korban berdasarkan penjangkauan yang dilakukan di tempat kejadian.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Buku, Selasa, 22 Oktober 2019

PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA  (11)

LAPORAN PENELITIAN PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA 
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (51)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (64)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (71)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (62)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.