PRESS RELEASE : MENTERI YOHANA TINJAU FASILITAS PEREMPUAN DAN ANAK DI KAPAL GUNUNG DEMPO

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 09 Juli 2016
  • Dibaca : 2813 Kali
...

PRESS RELEASE

 

MENTERI YOHANA TINJAU FASILITAS PEREMPUAN DAN ANAK DI KAPAL GUNUNG DEMPO 

 

Siaran Pers Nomor: 63/Humas KPP-PA/07/2016

 

Nabire (9/7) – Usai mengunjungi Terminal Pulogadung dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise meninjau fasilitas ramah perempuan dan anak di kapal penyeberangan Gunung Dempo dengan tujuan Jayapura - Nabire. Kapal bermuatan sekitar 1.500 orang tersebut akan berlayar menuju sejumlah tempat di wilayah Papua hingga Pulau Jawa. Dalam kunjungannya itu, Menteri Yohana menerima sejumlah keluhan dari penumpang kapal Gunung Dempo.


"Menteri PP dan PA, Yohana Yembise melakukan sidak dalam rangka Mudik Ramah Perempuan  dan Anak tahun 2016, diatas kapal KM. Gunung Dempo dari Jayapura menuju Nabire (8/7,) untuk meninjau kondisi penumpang terutama perempuan dan anak-anak, serta fasilitas umum yang tersedia di dalam kapal. (FZ/2016)"

 

"Dalam kunjungan saya kali ini ke Kapal Gunung Dempo dari Jayapura menuju Nabire, beberapa keluhan disampaikan oleh para penumpang, diantaranya ketidaksesuaian pembelian tiket sehingga seringkali penumpang harus tidur di koridor padahal telah membeli tiket dengan harga kelas tertentu karena telah dijual kepada penumpang lain, alat pendingin yang tidak berfungsi dengan baik, orang merokok di sembarang tempat, dan banyaknya pedagang yang berjualan di dalam kapal dengan harga sangat mahal. Sama seperti kunjungan sebelumnya, saya hanya ingin memastikan kondisi perempuan dan anak aman dan terlindungi, serta hak-hak mereka terpenuhi," ujar Menteri Yohana usai berkeliling menyapa masyarakat di deck kapal Gunung Dempo.


 

 

Meski demikian, Menteri Yohana mengapresiasi PT Pelni yang telah mengakomodasi sejumlah fasilitas yang ramah perempuan dan anak, seperti telah tersedianya ruang laktasi bagi ibu menyusui dan arena bermain anak. Meski kecil, namun setidaknya bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain selama dalam perjalanan. Menteri Yohana mengaku akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar dapat meningkatkan pelayanan dan fasilitas, terutama bagi perempuan dan anak. 


 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana juga sempat melakukan dialog dengan mama-mama Papua yang kerap berjualan di atas kapal. Ketika berdialog, mereka mengaku alasan utama berjualan di atas kapal karena untuk menghidupi keluarga dan membayar uang sekolah anak-anak mereka. Mayoritas suami mereka tidak bekerja sehingga tidak ada pilihan lain selain berjualan meski harus meninggalkan suami dan anak-anak dalam waktu cukup lama. 

 

"Perempuan dan anak-anak kini telah menjadi perhatian utama negara-negara di dunia. Sejumlah program Kementerian PP dan PA, salah satunya memfasilitasi kaum perempuan dalam industri kecil (rumahan) dapat dimanfaatkan oleh mama-mama Papua untuk membantu menambah pendapatan keluarga tanpa harus meninggalkan rumah, suami, dan anak-anak dalam waktu lama. Dalam konteks lbh luas hal ini diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Saya ingin perempuan-perempuan Indonesia, khususnya Papua bisa mandiri dan berdaya," tutup Menteri Yohana mengakhiri kunjungannya ke kapal Gunung Dempo.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 12 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 16 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 32 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 71 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 83 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…