KPPPA dan Para Pemimpin Perempuan Bentuk Forum Komunikasi untuk Mengatasi Isu Kesetaraan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 08 September 2016
  • Dibaca : 3444 Kali
...

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan dukungan penuh terhadap terciptanya kesetaraan gender di Indonesia dengan menyelenggarakan Forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala/Wakil Kepala Daerah Indonesia. Pertemuan perdana Forum ini dilaksanakan di Jakarta pada hari Kamis, 8 September 2016 lalu. Dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Deputi KPPPA Bidang Kesetaraan Gender dr. Heru Prasetyo Kasidi, M.Sc., forum yang bertemakan “Mewujudkan Kebijakan Pembangunan yang Berkeadlian Secara Inklusif” ini dihadiri 60 Bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota perempuan dari berbagai provinsi  di Indonesia.

Acara forum komunikasi ini bertujuan untuk membentuk komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan kementrian mengenai isu-isu perempuan, khususnya dalam bidang PPPA. Salah satu isu yang menarik perhatian Menteri Yohana adalah rendahnya persentase pemimpin politik perempuan di Indonesia yang saat ini hanya mencapai 17.23%, sementara komposisi penduduk laki-laki dan perempuan praktis 50:50. Pelatihan yang dlakukan KPPPA bagi perempuan yang potensial untuk maju sebagai calon kepala daerah tahun 2017, diahrapkan akan dapat menambah jumlah perempuan kepala daerah.


 

Selain itu, beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah menyampaikan keprihatinan mereka terhadap berbagai masalah menyangkut PPPA, seperti kasus prostitusi daring di mana korban kasus tersebut adalah anak-anak di bawah umur. Menanggapi keluhan tersebut, Mentri Yohana menghimbau agar kasus tersebut terus ditindaklanjuti, dan agar para korban diberikan perhatian menyeluruh untuk mendorong mereka kembali bersekolah dan beraktivitas.

Kerjasama KPPPA dengan para perwakilan daerah direncanakan akan direalisasikan dalam bentuk hubungan komunikasi antara kedua belah pihak. Dengan menggunakan kanal digital serta bentuk komunikasi lainnya, diharapkan alur komunikasi dapat berjalan dengan mudah dan lancar, sehingga penyelesaian masalah  dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.

KPPPA juga terus menjalankan program pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah demi mendongkrak jumlah perempuan yang berpartisipasi secara aktif di bidang politik. Misi ini sesuai dengan The Global Goals for Sustainable Development yang digagas oleh United Nations, di mana Indonesia menargetkan rasio perbandingan kesetaraan gender 50:50 antara wanita dan pria di tahun 2030 mendatang. Forum akan mengadakan kembali pertemuan di ahir tahun sekaligus mendeklarasikan prioritas kerjasama yang akan dilakukan untuk lebih jauh mengatasi masalah yangdihadapi oleh perempuan dan anak Indonesia

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (22)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (25)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (219)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (91)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (244)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…