KPPPA dan Para Pemimpin Perempuan Bentuk Forum Komunikasi untuk Mengatasi Isu Kesetaraan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 08 September 2016
  • Dibaca : 4919 Kali
...

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan dukungan penuh terhadap terciptanya kesetaraan gender di Indonesia dengan menyelenggarakan Forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala/Wakil Kepala Daerah Indonesia. Pertemuan perdana Forum ini dilaksanakan di Jakarta pada hari Kamis, 8 September 2016 lalu. Dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Deputi KPPPA Bidang Kesetaraan Gender dr. Heru Prasetyo Kasidi, M.Sc., forum yang bertemakan “Mewujudkan Kebijakan Pembangunan yang Berkeadlian Secara Inklusif” ini dihadiri 60 Bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota perempuan dari berbagai provinsi  di Indonesia.

Acara forum komunikasi ini bertujuan untuk membentuk komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan kementrian mengenai isu-isu perempuan, khususnya dalam bidang PPPA. Salah satu isu yang menarik perhatian Menteri Yohana adalah rendahnya persentase pemimpin politik perempuan di Indonesia yang saat ini hanya mencapai 17.23%, sementara komposisi penduduk laki-laki dan perempuan praktis 50:50. Pelatihan yang dlakukan KPPPA bagi perempuan yang potensial untuk maju sebagai calon kepala daerah tahun 2017, diahrapkan akan dapat menambah jumlah perempuan kepala daerah.


 

Selain itu, beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah menyampaikan keprihatinan mereka terhadap berbagai masalah menyangkut PPPA, seperti kasus prostitusi daring di mana korban kasus tersebut adalah anak-anak di bawah umur. Menanggapi keluhan tersebut, Mentri Yohana menghimbau agar kasus tersebut terus ditindaklanjuti, dan agar para korban diberikan perhatian menyeluruh untuk mendorong mereka kembali bersekolah dan beraktivitas.

Kerjasama KPPPA dengan para perwakilan daerah direncanakan akan direalisasikan dalam bentuk hubungan komunikasi antara kedua belah pihak. Dengan menggunakan kanal digital serta bentuk komunikasi lainnya, diharapkan alur komunikasi dapat berjalan dengan mudah dan lancar, sehingga penyelesaian masalah  dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.

KPPPA juga terus menjalankan program pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah demi mendongkrak jumlah perempuan yang berpartisipasi secara aktif di bidang politik. Misi ini sesuai dengan The Global Goals for Sustainable Development yang digagas oleh United Nations, di mana Indonesia menargetkan rasio perbandingan kesetaraan gender 50:50 antara wanita dan pria di tahun 2030 mendatang. Forum akan mengadakan kembali pertemuan di ahir tahun sekaligus mendeklarasikan prioritas kerjasama yang akan dilakukan untuk lebih jauh mengatasi masalah yangdihadapi oleh perempuan dan anak Indonesia

 

Publikasi Lainya

Buku, Selasa, 22 Oktober 2019

PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA  (11)

LAPORAN PENELITIAN PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA 
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (51)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (64)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (71)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (62)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.