KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Penyusunan Renstra Revisi Kementerian PP dan PA Tahun 2016-2019

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 27 Oktober 2016
  • Dibaca : 3487 Kali

Tujuan yang akan dicapai dalam penyusunan Renstra Revisi Kementerian PP dan PA Tahun 2016-2019 ini adalah: Tersusunnya Renstra hasil revisi yang telah disesuaikan dengan struktur baru Kementerian PP dan PA (Perpres 59/2015 dan Permen PP dan PA 11/2015), dengan penataan ADIK (PMK 196/2015), serta dengan SAKIP (Perpres 29/2014); dan, Tersusunnya komponen dari setiap program/kegiatan yang dapat dijadikan sebagai acuan referensi saat penyusunan RKA-K/L. Penyusunan Renstra Revisi Kementerian PP dan PA Tahun 2016-2019 ini diharapkan dapat selesai selambatnya pada November 2016. Penyusunan Renstra Revisi KPP dan PA 2016-2019 akan dilaksanakan melalui beberapa tahap diantaranya: Studi literatur (Renstra 2014-2019, Perpres 59/2015, Permen PP dan PA 11/2015, PMK 196/2015, Perpres 29/2014, dan peraturan lainnya) ; Pembahasan draft awal bersama stakeholder (Bappenas, Kemenkeu dan Kemen PAN & RB); dan, Pembahasan Draft 1 bersama internal satker teknis di Kementerian PP dan PA.

Dalam rangka meningkatkan kualitas implementasi penganggaran berbasis kinerja, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 196/PMK.02/2015 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-K/L dan Pengesahan DIPA, Kementerian Keuangan telah melakukan penataan Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) sejak tahun 2015. Penataan ADIK dilakukan dengan menggunakan logika berpikir (Logical Framework) untuk melihat hubungan logis antara input-output-outcome serta dengan memperbaiki redaksi/rumusan sasaran kinerja beserta indikator-indikatornya, untuk melihat keterkaitan antara output-outcome di level yang lebih tinggi dengan output-outcome di level bawahnya. Dalam penerapannya di aplikasi ADIK, setiap unit didorong untuk fokus memiliki output masing-masing yang menjadi ciri khas unit tersebut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan evaluasi kinerja dari unit bersangkutan. Penataan ADIK yang dilakukan diharapkan dapat mengharmonisasi dokumen perencanaan dengan dokumen penganggaran.

Renstra merupakan dokumen perencanaan yang juga menjadi landasan penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP. Untuk itu penyusunan indikator-indikator yang akan digunakan harus dapat digunakan sebagai alat ukur dalam evaluasi program dan kegiatan terutama pada penyusunan laporan akuntabilitas instansi pemerintah (LAKIP) yang disusun setiap tahun anggaran berakhir. LAKIP, sebagai bagian dari SAKIP, mengukur pencapaian keberhasilan program/kegiatan melalui indikator kinerja utama dan sasaran yang disajikan dalam perjanjian kinerja. Dalam hal ini peran renstra cukup penting sebagai acuan dalam penentuan pengukuran kinerja, sehingga perlu disusun renstra yang dapat menjamin konsistensi indikator dari perencanaan, pelaksanaan, pengukuran kinerja hingga sampai pelaporannya.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 Juli 2018

FAN 2018 TEMUKAN SOLUSI BERBAGAI PERMASALAHAN ANAK INDONESIA (18)

Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2018 yang mempertemukan perwakilan seluruh anak Indonesia di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur hari ini…
Siaran Pers, Sabtu, 21 Juli 2018

BAKTI ANAK UNTUK NEGERI (39)

Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 hari ini…
Siaran Pers, Kamis, 19 Juli 2018

PERAN DEWAN ADAT PAPUA DALAM PEMBANGUNAN PP DAN PA (35)

Sorong (19/7) – Mengawali serangkaian kegiatan Diplomatic Tour 2018 yang diselenggarakan di Sorong Papua. Masyarakat internasional, terdiri dari 36 Kedutaan…
Siaran Pers, Kamis, 19 Juli 2018

‘DIPLOMATIC TOUR 2018’ AMATI PEMBANGUNAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PAPUA (45)

SORONG (19/7) – Agenda Diplomatic Tour Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri kembali digelar…
Siaran Pers, Kamis, 19 Juli 2018

INDONESIA TOLAK KEKERASAN PADA ANAK (76)

SORONG (19/7) – Beberapa waktu lalu, kabar duka menyelimuti daerah Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan. Setelah ditemukannya seorang anak perempuan berinisal…