Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Korban Banjir Bandang Garut

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 10 Desember 2016
  • Dibaca : 3952 Kali
...

Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Korban Banjir Bandang Garut

Garut (10/12) - Guna mengurangi beban para perempuan korban banjir bandang sungai Cimanuk, Kementerian PP dan PA memberikan pelatihan keterampilan berupa jahit menjahit dan tata boga. Acara yang digelar di SMKN 3 ini diikuti 70 perempuan dan dibuka oleh Umi Risman dari Dharma Wanita Persatuan Pusat. Acara yang digelar selama 2 hari ini bertujuan mengajak para perempuan untuk bangkit dan mandiri dari keterpurukan bencana banjir. Para pelatih keterampilan didatangkan oleh Kementerian PP dan PA dari TP PKK Bekasi.

Menurut Sunarti selaku Sekretaris Deputi Perlindungan Hak Perempuan (PHP),  pemberian pelatihan keterampilan ini juga dalam rangkaian bakti sosial peringatan Hari Ibu ke-88 tahun 2016. "Sengaja kami pilih tempat di SMKN 3 Garut karena sekolah ini lengkap peralatannya untuk kegiatan pelatihan selama 2 hari. Hari pertama Sabtu kami memberikan pelatihan jahit menjahit dan Minggu kami berikan pelatihan tata boga", ungkap Sunarti.

Para perempuan yang mengikuti pelatihan ini, sebut Sunarti, sejak kejadian banjir bandang pada 20 September 2016 mengungsi di 7 titik lokasi hunian sementara di wilayah Kabupaten Garut.

"Kami berharap dengan  adanya pelatihan ini, para perempuan korban bencana banjir bisa bangkit  terutama bisa punya usaha nantinya. Kami juga berharap adanya perjanjian kerjasama dengan pihak sekolah ke depannya," kata Sunarti.
Perjanjian kerjasama dengan Kementerian PP dan PA juga diharapkan Kepala Sekolah SMKN 3, Uyun Adiyanto. "Ke depannya kami berharap ada kerjasama dari Kementerian PP dan PA terkait pemberdayaan anak-anak sekolah. Kami memiliki 1200 siswa-siswi dan sebagian besar adalah siswi. Adanya jurusan Teknik Komputer Jaringan, Akutansi, Perhotelan, Tata Boga dan Tata Busana, bisa menjadi bekal siswa siswi kami untuk bisa mandiri dan bekerja sesuai jurusan yang sudah diambil", ujar Uyun.

Ditambahkan Kepala Badan KB dan PP Kabupaten Garut, Toni Tisna Soemantri, adanya pelatihan ini diharapkan kaum perempuan bisa menyimak pelatihan dengan baik. Ia juga berharap perempuan bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Dede Rindayani, 33, salah satu peserta pelatihan mengaku senang bisa mendapatkan pelatihan keterampilan. Ibu empat anak yang rumahnya hanyut saat kejadian bencana banjir ini berencana akan membuka usaha sendiri. Namun ia butuh modal untuk membuka usaha guna membantu suaminya yang bekerja sebagai tukang becak.

Selain pemberian keterampilan, Kementerian PP dan PA juga menyerahkan bantuan peralatan tata boga dan buku-buku.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (41)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (31)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (90)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (124)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (95)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…