Gender dan HIV/AIDS: TOT PPRG dalam HIV/AIDS

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3018 Kali

Bali, 5 Juli 2012. Upaya untuk mengintegrasikan isu gender dalam berbagai program dan kegiatan paada dasarnya dilakukan untuk semakin mengefektifkan pelaksanaan program dan kegiatan sehingga bisa dipastikan bahwa baik perempuan dan laki-laki memperoleh manfaat dari pelaksanaan program dan kegiatan. KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) sebagai salah satu lembaga yang berperan dalam mengkoordinasikan berbagai upaya untuk menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia juga telah memberikan perhatian yang cukup tinggi dalam mengintegrasikan isu gender di dalam program dan kegiatan penanganan HIV/AIDS.

 

Hal ini ditunjukkan dengan berbagai workshop dan pelatihan yang telah diselenggarakan di berbagai provinsi di Indonesia dalam perencanaan dan penganggaran yang responsive gender dalam HIV/AIDS yang pelaksanaanya juga mendapat dukungan dari Australia Aid dan Kementerian PP dan PA. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) pada tanggal 1-5 Agustus 2012 di Bali adalah melalui Training of Trainer (TOT) dalam Perencanaan dan Penganggaran yang Responsive Gender dalam HIV/AIDS. Peserta TOT berjumlah 15 orang yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Tim asistensi HIV/AIDS dari propinsi Riau, Jakarta, Kota Tangerang dan Jawa Timur serta Pokja Gender dan HAM. Sementara dari SKPD terdiri dari wakil Badan PP dan KB Propinsi Kepulauan Riau dan DIY, Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dispora) Riau, serta perwakilan dari Kanwil HAM Jawa Barat. Selain itu beberapa perwakilan LSM seperti dari: Solidaritas Perempuan, Rifka Anissa, Ikatan Perempuan Positif Indonesia.

 

Para peserta TOT ini yang disaring dari hasil seleksi tertulis tertulis dalam bentuk essay tentang isu gender dan HIV/AIDS. Melalui tahap penyaringan peserta ini sangat membantu dalam pelaksanaan tahapan pelaksanaan TOT hal ini terbukti dengan dinamisnya kelompok baik dalam diskusi maupun pemaparan. Materi TOT secara umum terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian pertama terkait dengan Perencanaan dan Penganggaran yang Reponsif Gender serta bagian kedua teknikfasilitasi. Pada hari terakhir para peserta berkesempatan mempraktekkan hasil pembelajaran TOT dalam sesi micro teaching.

 

Melalui TOT ini diharapkan akan akan tersedia trainer-trainer Gender dan HIV sehingga akan semakin membantu mempercepat penginegrasian isu gender dan HIV/AIDS baik dalam proses perencanaan dan penganggaran baik di pusat maupun di daerah.(IG)

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 28 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 22 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 40 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 75 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 89 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…