Linda Gumelar: Endang Rahayu Sedyaningsih Puteri Terbaik Bangsa

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1199 Kali

Meneg PP & PA, Linda Amalia Sari Gumelar berfoto bersama (kiri-kanan) Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana; Menteri Pedagangan, Mari Elka Pangestu; serta Menteri Kesehatan, (Almh) Endang Rhayu Sedyaningsih beberapa waktu yang lalu.

Foto: Eti Sri Nurhayati / Humas KPP & PA

 

Kepergian Menteri Kesehatan nonaktif Endang Rahayu Sedyaningsih meninggalkan kesan tersendiri di antara rekan sejawatnya di pemerintahan.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, menilai almarhumah adalah Perempuan yang konsisten dan luar biasa dalam pekerjaannya. Begitu tahu Ibu Endang mengidap sakit kanker, saya dan beliau saling memberi semangat

"Beliau seorang pejabat yang sangat konsisten. Saya merasakan kerja sama yang baik bersama beliau, terutama soal pendidikan dan kesehatan anak," ujar Menteri Linda.

Di mata Menteri Linda, almarhumah Endang adalah seorang sosok yang tangguh walaupun sama-sama pengidap kanker.

"Bu Endang merupakan sosok perempuan yang kuat," kata istri Agum Gumelar dengan penuh haru.

Mantan Ketua Kowani ini menjelaskan, meskipun Menkes telah lama mengetahui dirinya mengidap kanker, dalam kesehariannya tetap menunjukkan ketegaran. "Beliau tetap menjalankan aktivitasnya sebagai menteri dengan enerjik dan penuh semangat," ujarnya.

Bahkan saat diri saya menjenguk Menkes beberapa hari yang lalu, perempuan kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955 tersebut tetap menunjukkan semangat berjuang melawan penyakitnya.

"Ibu Endang merupakan wanita inspiratif dan putri terbaik bangsa. Beliau merupakan simbol perempuan kuat dan selalu berjuang hingga akhir hidupnya," ujarnya.

Menteri Linda juga menambahkan, sebagai seorang perempuan yang juga pernah mengidap kanker, dirinya dan menkes selalu saling menguatkan.

"Saya juga pernah mengidap kanker payudara beberapa tahun yang lalu dan sekarang sudah sembuh, begitu tahu Ibu Endang mengidap sakit kanker saya dan beliau saling memberi semangat," ujar Mantan Anggota DPR RI.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama baik.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (189)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (713)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (695)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…