ASEAN akan bentuk jaringan perempuan pengusaha

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1716 Kali

Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono didampingi oleh Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar bersama Ketua SIKIB Okke Hatta Rajasa (kedua dari kiri) pada acara Seminar Perempuan ASEAN Tentang Kewirausahaan Ramah Lingkungan di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Rabu (16/11) Pagi.
Foto: Eti Sri Nurhayati / Humas KPP & PA


Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, mengungkapkan bahwa ada wacana membentuk jaringan perempuan pengusaha Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk memperkuat peran perempuan di bidang ekonomi.

Linda Amalia Sari Gumelar di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11) pagi, mengatakan bahwa wacana tersebut muncul dalam acara Seminar Perempuan ASEAN Tentang Kewirausahaan Ramah Lingkungan yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Pemerintah Indonesia sangat mendukung wacana tersebut, namun pelaksanaannya akan diserahkan organisasi perempuan masing-masing negara ASEAN. Pemerintah hanya memfasilitasi," katanya.

Dia menjelaskan, jaringan perempuan pengusaha ASEAN diharapkan bisa semakin meningkatkan peran dan kedudukan perempuan di bidang ekonomi.

Linda mengemukakan, seminar tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi lain, di antaranya memperkuat komitmen pemerintah dan meningkatkan upaya meningkatkan kepercayaan diri perempuan.

"Semoga melalui seminar ini ada semangat baru, bukan hanya sekedar rekomendasi, tapi jadi satu kekuatan untuk masyarakat ASEAN dan bisa mempengaruhi masyarakat dunia," katanya.

Acara tersebut dibuka Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Acara itu juga dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah dari negara ASEAN dan enam organisasi perempuan, yakni Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Korps Wanita Indonesia (Kowani), Dharma Wanita, Perkumpulan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat, Bhayangkari dan Dharma Pertiwi, yang didukung PT Garuda Indonesia

Sementara itu, peserta yang hadir dalam seminar tersebut sekitar 300 orang yang berasal dari organisasi perempuan dan perwakilan pemerintah dari negara ASEAN.

Seminar tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan enam organisasi perempuan serta Kementerian Luar Negeri dan PT Garuda Indonesia.

[sumber: antaranews.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (189)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (713)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (694)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…