Linda Gumelar: Pemilahan Data Gender Rampung 2014

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1744 Kali

Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar didampingi oleh Deputi Bidang Perlindungan Perempuan Safruddin Setia Budi memukul Gong tanda dibukanya acara Rakornas Data Gender dan Anak di Hotel Horison Bekasi, Senin Malam, 26 September 2011.
Teks dan Foto: Anthony Firdaus / Humas KPP & PA


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menargetkan pemilahan data gender dan anak secara objektif serta tersistem rampung pada 2014.

"Saat ini, data yang kita miliki tidak terpilah secara jenis kelamin, namun secara umum saja. Misalnya dalam kasus kekerasan, tidak dipilah berapa jumlah korban lelaki dan perempuannya," ujar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, di Bekasi, Senin Malam (26/9).

Hal itu dikatakan Menteri Linda Gumelar seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional Data Gender dan Anak Tahun 2011 di Hotel Horison Bekasi.

Meneg PP & PA mengemukakan, data yang kurang baik atau kurang lengkap akan berdampak kepada kesalahan dalam membuat perencanan pembangunan.

Namun, katanya, data yang dihitung secara profesional dan sesuai dengan fakta lapangan akan menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

"Rapat koordinasi yang melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Pusat Statistik ini baru yang pertama kali kita laksanakan mengingat pentingnya ketersediaan dan pemanfaatan data gender dan anak dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," ujarnya Istri Jenderal Agum Gumelar.

Ia mengatakan, data tidak valid di setiap daerah karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran aparat pemerintah terhadap pentingnya data serta belum optimalnya sinergitas data antarkementerian atau SKPD.

Guna mengantisipasi hal itu, kata Linda, pihaknya mulai memfasilitasi pelatihan pengelolaan data gender dan anak untuk pengelola data di daerah yang dilakukan secara bertahap di masing-masing provinsi di Indonesia.

"Hingga kini sudah 10 provinsi yang telah menerima pelatihan pengelolaan data di antaranya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sumatera Selatan, Maluku, dan lainnya," katanya.

[sumber: antaranews.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 31 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 92 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 66 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…

Siaran Pers, Rabu, 07 April 2021

Perempuan dalam Pusaran Terorisme, Harus Dicegah Bersama ( 103 )

Jakarta (07/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Siaran Pers, Selasa, 06 April 2021

Perempuan Bangga Berkebaya, Pemersatu Identitas Budaya Bangsa  ( 130 )

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya…