Perempuan Harus Nikmati Hasil Pembangunan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1795 Kali

Gorontalo - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, mengatakan, perempuan Indonesia seharusnya menikmati hasil pembangunan yang sudah dicapai, dan juga dilibatkan dalam prosesnya.

"Untuk bisa menikmati hasilnya, perempuan juga harus dilibatkan dalam proses pembangunan dan mendapat tempat strategis di pemerintahan dan sektor lainnya," ungkap Linda, dalam roadshow Pengarasutamaan Gender, di Gorontalo, Kamis (27/10).

Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan mencapai 237,55 juta jiwa dan 49,70 persen diantaranya adalah perempuan. Dengan jumlah itu, kata Linda, perempuan merupakan investasi, aset dan potensi bangsa yang dapat memberikan kontribusi besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jika kita tambahkan dengan jumlah anak Indonesia, maka terdapat 70 persen perempuan dan anak, sehingga dapat dipastikan keduanya menjadi bagian penting yang menentukan perkembangan dan kemajuan negara ini," jelasnya.

Ia menambahkan, kedudukan dan peran perempuan di Indonesia telah diupayakan selama dua dasawarsa dan hasilnya banyak kemajuan di bidang pembangunan seperti sosial, politik, ekonomi dan hukum.

Namun demikian masih terjadi kesenjangan gender di sejumlah bidang strategis seperti banyaknya perempuan buta aksara dibanding laki-laki.

Masalah lainnya yakni tingginya angka kematian ibu hamil dan melahirkan, rendahnya akses perempuan dalam pembangunan ekonomu serta rendahnya keterwakilan perempuan di legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Untuk mengatasi kesenjangan gender, Kementrian PP dan PA gencar mensosialisasikan Pengarasutamaan Gender (PUG) dan mendorong lembaga terkait untuk mengintegrasikan perempuan dan anak dalam semua aspek pembangunan.

"Intinya, pola pikir masyarakat harus diubah bahwa persoalan gender tidak hanya melulu perbedaan biologis dan kodrat, melainkan peran keduanya dalam tatanan sosial kemasyarakatan," tambahnya. [sumber: gatranews.com]

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (49)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (61)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (653)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (656)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (764)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…