Mudik, Perempuan dan Anak Jangan Naik Motor

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2812 Kali

Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar didampingi oleh Kepala Biro Humas Kementerian PP & PA Endang Moerniati memberikan keterangan kepada Wartawan sesaat sebelum acara Buka Puasa Bersama Wartawan Fortapena, Jakarta, Senin Petang (22/8).
Teks dan Foto: Anthony Firdaus


Fenomena banyaknya masyarakat menggunakan motor saat mudik mendapat sorotan dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar. Menurutnya, perempuan dan anak jangan dipaksakan mudik naik motor, karena posisinya selalu dibonceng atau duduk di bangku belakang. Sehingga rawan sakit akibat terkena angin dan debu bila jarak tempuhnya cukup jauh.

"Sebenarnya bisa saja naik motor kalau tujuanya untuk menghemat biaya. Tapi baiknya bila ada ibu atau ada perempuan dan anak-anak yang ikut, motornya dimasukkan ke gerbong kereta api saja, itu lebih aman," ucap Menteri Linda, usai buka puasa bersama, Senin Petang (22/8), di Hotel Acacia, Jakarta.

Ia menjelaskan, secara fisik kekuatan tubuh laki-laki dan perempuan memang tak jauh berbeda. Hanya, barang bawaan biasanya diletakkan atau dibawa yang dibonceng untuk mempermudah mengendarai motor. Alhasil, beban yang di bonceng semakin berat dan itu pastinya mempengaruhi kondisi tubuh.

"Tujuan mudik itu kan berkumpul dan bersilahturahmi dengan keluarga. Jika sudah sakit saat sampai di tujuan, bukannya berkumpul, eh harus berobat dan biaya semakin besar. Itu alasan menghimbau agar tak memaksakan diri naik motor. Kalau jaraknya hanya satu jam tak masalah, tapi bila lebih dari itu sebaiknya motor dinaikkan ke kereta (api) saja," pintanya.

Selain itu Linda juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang akan mudik untuk lebih mempersiapkan segala sesuatunya selama dalam perjalanan. Rumah dikunci dengan baik dan jika memungkinkan dititipkan kepada tetangga sekitar. "Terpenting, mawas terhadap benda-benda yang dapat menimbulkan kebakaran. Dan, jangan terburu-buru bila ingin berangkat," tukasnya.

sumber: jawa pos

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 40 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 103 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 72 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…

Siaran Pers, Rabu, 07 April 2021

Perempuan dalam Pusaran Terorisme, Harus Dicegah Bersama ( 111 )

Jakarta (07/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Siaran Pers, Selasa, 06 April 2021

Perempuan Bangga Berkebaya, Pemersatu Identitas Budaya Bangsa  ( 135 )

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya…