Perempuan Motor Ekonomi Masyarakat

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1014 Kali

MATARAM- Jangan sepelekan perempuan. Begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan Linda Amalia Sari di balik "roadshow-nya" mengunjungi pusat-pusat kerajinan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, banyak orang tidak tahu bahwa perempuan-perempuan di daerah mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan bahkan memajukan ekonomi masyarakat.

"Perempuan itu lebih teliti, ulet, kuat, dan pekerja keras. Perempuan merupakan investasi dan aset yang harus terus dikembangkan," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari usai mengunjungi lokasi Tenun Sasambo SMK 5 Mataram dan pusat produksi gerabah di Banyu Mulek, Lombok Barat.

Linda mengungkapkan, 49,9 persen dari 237,5 juta jiwa penduduk Indonesia adalah perempuan. Kalau ditambah anak-anak menjadi 70 persen. "Karena itu, perempuan dan anak harus menjadi perhatian bagi perkembangan dan kemajuan Indonesia," tegas mantan Ketua Umum Kowani ini.

Selain meminta pemerintah setempat turut membantu mempromosikan dan memasarkan hasil kerajinan, Linda juga berpesan kepada para perajin yang mayoritas perempuan itu agar terus mengembangkan keterampilan, daya kreatif dan inovasinya. Mantan anggota Komisi VIII DPR RI ini juga mengimbau agar perempuan tidak menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri.

"Kerja di sini aja. Selesaikan pendidikan dulu, jangan keburu menikah. Jangan sampai anak punya anak. Anak punya anak itu maksudnya menikah sebelum usia 18 tahun. Sebelum 18 tahun itu masih anak-anak," lanjut Istri Agum Gumelar ini.

Dalam kunjungan kerjanya ke Lombok, Linda juga bertemu Baik Rumiati, tokoh penggerak ekonomi masyarakat NTB. Dengan membuat koperasi karya terpadu, lulusan S-3 alias SD, SMP, dan SMEA itu mampu memberdayakan masyarakat sekitar dengan memberikan pelatihan dan pemberian modal usaha. Jumlah anggotanya 3.891 orang, 75 persennya perempuan.

"Saya sudah punya 10 cabang, termasuk di Bima, Pulau Sumbawa, NTB," cerita Rumiati kepada Menteri, didampingi Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra Sri Danti MA, Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi DR Hertomo Heroe, dan Staf Khusus Menteri Titien E Prihastuti.

"Luar biasa Bu. Kalau bisa ini terus dikembangkan, terutama di Pulau Sumbawa yang selama ini dikenal sebagai kantong-kantong TKW. Ini juga dapat mengurangi terjadinya kasus trafficking (tindak pidana perdagangan orang)," pesan Linda yang juga ketua pelaksana gugus tugas antitrafficking ini.

"Orang seperti Ibu Rumiati ini harus di-clonning sebanyak-banyaknya. Ibu perlu mencetak lagi orang seperti ibu," kata Heroe menimpali.

Sementara itu, Linda membuka workshop ASEAN tentang Praktik Terbaik Pemberdayaan Perempuan di Usaha Mikro dan Kecil di Hotel Jayakarta Senggigi, Lombok, tadi malam."Semoga dengan workshop ini perempuan memeroleh gambaran mengenai tantangan dan strategi apa yang dirancang agar dapat bersaing di skala nasional dan regional ASEAN," harap Linda.

Sebelumnya, Linda memberikan advokasi mengenai pelaksanaan pengarusutamaan gender bagi pimpinan daerah DPRD dan SKPD Provinsi NTB di kantor Gubernur NTB. Pada kesempatan itu, dia mengajak untuk menyamakan persepsi tentang pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilakukan melalui PUG dan kebijakan pembangunan anak dengan mewujudkan Kota Layak Anak yang semuanya disertai pemantauan dan evaluasi.

Rabu, 15 Juni 2011 , 13:55:00
sumber: indoposnews.com

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (19)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (24)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (214)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (90)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (242)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…