Jembatan Penyeberangan Bolong Bawahnya, Pejalan Perempuan Rentan Diintip dari Bawah

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 827 Kali


REPUBLIKA.CO.ID,MATARAM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan berperspektif gender. Jembatan penyeberangan yang dibangun oleh pemerintah daerah itu masih banyak yang bolong-bolong bagian bawahnya.

''Perempuan yang menggunakan jembatan penyeberangan merasa tidak nyaman. Karena, banyak perempuan menggunakan rok,'' tutur Linda saat advokasi dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Selasa (14/6).

Perspektif gender dalam pembangunan harus memenuhi sesuai kebutuhan. Jembatan penyebarangan seharusnya tertutup sehingga tidak ada kesempatan orang lain untuk mengintip dari bawah saat perempuan berjalan di atas jembatan.

Begitu juga dengan pembangunan sarana umum seperti kamar kecil. Seharunya jumlah bilik kamar mandi khusus perempuan itu lebih banyak dari laki-laki. Karena laki-laki lebih praktis saat menggunakan kamar kecil, sedangkan perempuan lebih rumit.

''Jika jumlah kamar kecil sama antara perempuan dan laki-laki, maka akan terjadi antrian pada kamar kecil perempuan,'' kata dia.

 

Selasa, 14 Juni 2011 10:58 WIB

Reporter: Prima Restri

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (143)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (224)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (132)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (702)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (687)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…