Pemerintah Sulawesi Tenggara Dinilai Peduli Kesetaraan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2051 Kali

Kendari: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada pemerintah Sulawesi Tenggara [Sultra]. Propinsi ini dinilai mampua menempatkan program kesetaraan gender sebagai salah satu program prioritas pembangunan.

"Kalau secara umum menyampaikan suatu apresiasi kepada Sulawesi Tenggara yang indeks development gender itu ada peningkatan dibandingkan dua tahun lalu. Akomitmen kuat dari pemerintah propinsi," ujar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar di Kendari, Kamis [9/6].

Linda menaruh harapan besar pada propinsi ini segera menjadi daerah terbaik dalam mengaplikasikan kesetaraan gender. "Tentu kita berharap banyak pada propinsi ini bisa membangkitkan atau menggambarkan kesetaraan gender yang baik. Sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Mudah-mudahan ya," Ujar Istri Agum Gumelar.

Dia mengatakan, sedang mengupayakan terbentuknya kota layak anak di propinsi ini. Upaya ini mendapat sambutan baik. "Sekarang saya mencoba mendorong untuk terbangun suatu perlindungan dan tumbuh kembang anak yang baik disini melalui faktor kota layak anak 2011 ini memberikan advokasi tentang pengembangan kota layak anak di Sulawesi Tenggara ini."

Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam kepada wartawan mengungkapkan, pemgarustamaan gender salah satu prioritas utama tahun 2008. Untuk mencapai tujuan ini, telah menyelaraskan antara program sejenis pusat dengan daerah. "Jadi pengarustamaan gender itu menjadi salah satu program utama di pemerintahan saya periode 2008-2013".

Nur Alam mengatakan, Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan dalam indeks pembangunan masyarakat [IPM], meskipun dia tidak menampik untuk mendapatkan peningkatan itu tak semudah membalikan telapak tangan. Untuk menaikan IPM terdapat sejumlah faktor penentu. "Proses perbaikan IPM ini kan banyak item yang terkait. Karena itu kami memang harus jeli mengatasinya.

[sumber: jurnalnasional.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (59)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (29)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (13)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (132)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…