Validasi Data Laporan Pemerintah untuk 20 Tahun Landasan Aksi Beijing

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1766 Kali

Jakarta (22/10),  Bertempat di Hotel Santika BSD Serpong, Biro Perencanaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan UN Women Indonesia mengadakan Workshop Validasi Data Laporan Pemerintah untuk 20 Tahun Landasan Aksi Beijing. Workshop dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yaitu dari tanggal 22-24 Oktober 2014. ‘Kegiatan ini bertujuan untuk menvalidasi data yang telah disampaikan oleh K/L dan stakeholders terkait atas formulir survey UN ESCAP yang telah diisi oleh pihak-pihak tersebut sebelumnya’ demikian disampaikan Sri Danti Anwar, Sesmen PP-PA.

Lebih lanjut, Sesmen mengatakan bahwa pengisian formulir tersebut terkait kewajiban Indonesia untuk melaporkan perkembangan pembangunan isu perempuan dan anak perempuan seperti yang dimandatkan oleh Beijing Platform for Action dimana Indonesia merupakan salah satu Negara yang menandatanganinya pada tahun 1995 silam di Beijing.

Dalam formulir isian survey yang dibuat oleh UN ESCAP, terdapat dua belas bidang kritis yang harus dilaporkan oleh setiap Negara anggota. Kedua belas bidang kritis tersebut adalah perempuan dan kemiskinan, pendidikan dan pelatihan bagi perempuan, perempuan dan kesehatan, perempuan dan kekerasan, perempuan dan konflik bersenjata, perempuan dan ekonomi.

Selanjutnya adalah perempuan dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan, mekanisme kelembagaan bagi perempuan, hak asasi perempuan, perempuan dan lingkungan hidup dan yang terakhir adalah anak perempuan.

Selain melakukan validasi data, workshop juga menjaring masukan dari masing-masing institusi peserta tentang program dan kebijakan yang telah dilaksanakan dari tahun 2010-2014 khususnya terkait dengan kedua belas bidang kritis diatas termasuk didalamnya tantangan yang dihadapi dan hal-hal yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Hal ini sesuai format laporan yang diminta oleh ESCAP bahwa perkembangan pembangunan isu perempuan dan anak perempuan harus mencakup hal-hal yang telah dicapai, hambatan dan rekomendasi ke depan.

Workshop dihadiri oleh 48 (empat puluh delapan) peserta yang berasal dari K/L terkait dan perwakilan organisasi masyarakat sipil yang memiliki concern dan interest terhadap isu perempuan dan anak perempuan. Hasil workshop rencananya akan dilaporkan dalam Asia and Pacific Conference on Gender Equality and Women’s Empowerment: Beijing+20 Review yang akan dilaksanakan di Bangkok pada tanggal 17-20 November 2014.

Foto Bersama para peserta di hari terakhir

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 28 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 93 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 43 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 74 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 89 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…