Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Timur Tengah DiPulangkan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1958 Kali

TKI dari Arab Saudi dan Negara-Negara Timur Tengah yang bermasalah dipulangkan secara bertahap. Pemulangannya bergelombang, selain dari Arab juga berasal dari Yordania, Kuwait dan Qatar. Kemarin 392 TKI yang terdiri dari 184 orang dari Jeddah dan 208 orang dari Yordania. Sementara jumlah TKI yang dupulangkan dari Jeddah dan Ammaan berjumlah 340 orang yang terdiri dari 339 perempuan dan 1 laki-laki termasuk diantaranya 36 bayi dan 14 anak-anak. Mereka tiba di Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta. Mereka dipulangkan karena melebihi waktu tinggal yang diizinkan, dokumennya tidak lengkap, atau paspor dan visanya telah kedaluawarsa.

Kedatangannya kemarin 20 Januari 2010 di Bandara Soekarno Hatta di Sambut oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ny.Linda Amalia Sari Gumelar, S.IP. Ibu Menteri bersama Menteri Tenaga Kerja, Menteri Luar Negeri, Kepala BNP2TKI , Deputi Menko Kesra, Dirjen Departemen Sosial, dan Wakil dari Departemen Perhubungan.

Dari jumlah tersebut 50 diantaranya membawa anak yang lahir disana hasil dari perkosaan. Untuk sementara waktu mereka yang bermasah akan ditampung di Departemen Sosial, sedangkan yang tidak bermasalah dipulangkan segera ke daerah asalnya. Pemerintah akan melihat kemungkinan adanya kasus traficking, dan akan mengambil tindakan tegas apabila terbukti PJTKI nakal misalnya memalsukan identitas korban, dan lain sebagainya.

Sumber tempo menyebutkan bahwa Umumnya TKI mendapat masalah karena tidak memiliki ketrampilan yang memadai. Apabila dibandingkan dengan pekerja dari negara lain, Tenaga kerja Indonesia lebih banyak yang bermasalah. Sebagai contoh Filipina jumlah tenaga kerjanya yang bermasalah kurang dari 1 persen. Padahal jumlah pekerja dari Filipina lebih banyak yakni 1 juta orang, sedangkan dari Indonesia 800 ribu orang. Kedutaan Besar Indonesia berencana melakukan pengurangan tenaga kerja informal untuk mengurangi TKI bermasalah.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 9 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 82 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 37 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 57 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 84 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…