Akademisi Perempuan Diminta Tanamkan Sadar Budaya

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1850 Kali

Tantangan yang dihadapi para akademisi perempuan di perguruan tinggi (PT) diantaranya menanamkan kesadaran budaya yang bersifat kritis, khususnya permasalahan perempuan dan anak. Sedangkan lainnya membangun model dan sistem pemberdayaan dan perlindungan terpadu bagi perempuan dan anak.

Menneg PP Meutia Hatta Swasono mengemukakan hal itu dalam pidato sambutannya yang dibacakan Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Dra. Setiawati M.Sc. dihadapan peserta forum Rembug Nasional Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar, Sabtu (16/5).

Menurutnya, model dan sistem pemberdayaan dan perlindungan terpadu bagi perempuan dan anak yang ditawarkan PT merupakan sumbangsih penting demi terlaksananya pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Meutia menyarankan, guna mendukung cita-cita membangun PT dalam skala kelas dunia, para akademisi perempuan mendukung misi Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, yaitu peningkatan kualitas hidup perempuan, memajukan tingkat keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik, menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof.Dr. Azhar Arsyad, MA. menambahkan target pencapaian PT dalam skala kelas dunia upaya yang harus dikejar masing-masing PT.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 10 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 82 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 37 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 57 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 84 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…