Menteri PP dan PA Kunjungi Lokasi Pengungsi Eks Gafatar

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1068 Kali

Jakarta (2/2) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini mengunjungi lokasi pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dipulangkan dari beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini ditempatkan di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur. Hingga Senin, 1 Februari 2016 pengungsi yang berada di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur berjumlah 432 orang yang terdiri dari 246 orang laki-laki dan 186 orang perempuan. Mereka berasal dari sejumlah daerah, yakni Medan, Jawa Tengah, Riau, Palembang, dan Jawa Barat. Selain ingin memastikan kondisi perempuan dan anak-anak, dalam kesempatan tersebut Menteri Yohana memberikan bantuan berupa peralatan bayi dan sejumlah kebutuhan perempuan yang dapat digunakan selama mereka berada di pengungsian.

“Kehadiran saya ke lokasi ini karena ingin memastikan kondisi perempuan dan anak-anak pasca kepulangan mereka dari Provinsi Kalimantan Barat. Saya ingin mereka mendapatkan kondisi dan suasana yang aman dan nyaman, tidak mengalami kekerasan, dan diskriminasi untuk meminimalisasi dampak traumatis yang dialami,” ujar Menteri Yohana di Cibubur, Jakarta Timur (2/2).

Menteri Yohana mengatakan pihaknya saat ini telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait untuk melakukan pendataan secara akurat, terkait latar belakang keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan status sosial guna mendapatkan penanganan yang maksimal. Dari hasil kunjungannya ke lokasi pengungsian, Menteri Yohana mendapati sebagian besar pengungsi merupakan anak-anak. Oleh karena itu, setelah mendapatkan data yang akurat, Menteri Yohana akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat memberikan akses pendidikan / agar anak-anak dapat kembali bersekolah setelah kembali ke kampung halaman mereka. Sementara itu untuk kaum perempuan, Menteri Yohana akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah untuk dapat memberikan kesempatan dan bantuan untuk usaha kecil dan menengah.

Lebih jauh Menteri Yohana menjelaskan Kementerian PP dan PA telah bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk memberikan pendampingan dan pengawalan trauma healing, khususnya kepada para perempuan dan anak. “Perlindungan dan pendampingan, baik secara fisik dan psikologis menjadi prioritas yang harus dilakukan agar korban tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Pemda setempat telah membantu mendatangkan para psikolog untuk memberikan trauma healing di shelter, terutama bagi kaum perempuan dan anak-anak,” tutup Menteri Yohana mengakhiri pembicaraan.

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (125)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (55)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (64)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (53)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (59)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.