Menteri PP dan PA: Sekolah Ramah Anak Salah Satu Model Untuk Atasi Bullying

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2797 Kali

Biak Numfor (22/1) - Kekerasan terhadap anak masih saja terjadi di sekolah, baik di lakukan oleh oknum guru terhadap anak didiknya maupun antara anak dengan anak. Melihat fenomena ini Menteri PP dan PA turun langsung ke lapangan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Biak Numfor untuk memastikan apakah kekerasan tehadap anak juga terjadi.

“Saya hadir langsung kesekolah untuk memastikan apakah masih terjadi kekerasan terhadap anak” ungkap Menteri PP dan PA, Yohana Yembise saat melakukan kunjungan di sekolah SD YPK IV Korer Sburia, Biak. Saat melakukan kunjungan tersebut Menteri Yohana di dampingi Setda Biak Numfor, Andrias Msen, Para Muspida danIstri Bupati Thomas Ondi, serta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab Biak Numfor.

Pada kesempatan tersebut Menteri Yohana menyempatkan waktu melakukan dialog dengan anak-anak dan guru dari masing-masing kelas. Dari hasil dialog ternyata masih ada anak-anak yang mengalami kekerasan di sekolah. Menteri Yohana pun berpesan “Disini perlu saya tekankan bahwa melakukan perubahan kepada anak tidak harus dengan kekerasan”

Menteri Yohana juga menyampaikan kepada anak-anak dan guru bahwa kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan karena UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 menjamin perlindungan terhadap anak. Sekolah tidak boleh melakukan kekerasan baik fisik, psikis dan seksual. Menteri Yohana juga mengharapkan agar SD Sburia dijadikan sebagai salah satu Model Sekolah Ramah Anak untuk mengatasi fenomena bullying. Saat ini pun istilah bullying sudah disosialisasikan menjadi istilah perundungan.

Hal senada juga ditegaskan oleh Menteri Yohana beserta rombongan ketika mengunjungi SMP dan SMA YPK 1 Biak. “Saya menghimbau kepada Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan agar dalam mendidik anak disekolah, guru-guru tidak boleh melakukan kekerasan dalam bentuk apapun. Jika hal tersebut masih terjadi, diharapkan orang tua segera melaporkan kepada pihak berwajib untuk segera di proses sesuai dengan UU Perlindungan Anak”, tegas Menteri Yohana kepada guru-guru dan 400 anak-anak SMP dan SMA YPK1 Biak.

Menteri Yohana juga mendorong sekolah-sekolah di Kabupaten Biak dapat dijadikan model SRA (Sekolah Ramah Anak) agar kekerasan tidak terjadi lagi serta dapat mengurangi terjadinya perundungan. Menteri Yohana juga mengingatkan Pemda Biak Numfor untuk mulai menginisiasi pembentukan Forum Anak dari masyarakat tingkat bawah untuk membantu mengatasi persoalan anak, serta dapat mewakili suara anak baik forum nasional bahkan Internasional.

Sebagai rangkaian kunjungan PP dan PA itu, Menteri Yohana juga mengunjungi Panti Sosial Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (Laksa) Pancasila dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LSKA) Curahan Hati. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong masyarakat untuk terlibat dalam upaya perlindungan anak. Keberadaan 2 (dua) Panti Sosial ini sangat mendukung proses tumbuh kembang anak dan menjadi alternatif dalam memberikan pendidikan anak sejak dini (PAUD).

Menteri Yohana mendorong kepada pemerintah daerah Kabupaten Biak Numfor untuk mulai menginisiasi berbagai kebijakan, menyiapkan sarana prasarana, untuk menjadikan kab Biak Numfor sebagai Kabupaten Layak Anak yang mensyaratkan pemenuhan 31 hak anak, sebagaimana dicantumkan dalam Konvensi Hak Anak. Peran media juga menjadi bagian yang ditekankannya sehingga program yang terkait dengan PP dan PA dapat diterima oleh masyarakat.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (7)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Kemen PPPA Kaji Ulang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Kejar Masuk Prolegnas 2021 (45)

Memastikan penegakan hukum dan regulasi yang mengatur agar korban mendapat keadilan dalam upaya penghapusan kekerasan seksual, menjadi sangat penting bahkan…
Siaran Pers, Selasa, 11 Agustus 2020

Dukung Peningkatan Layanan Unit PPA POLRI, Menteri Bintang Ingatkan Pelayanan Berperspektif Korban (33)

Permasalahan perempuan dan anak merupakan permasalahan multi sektoral, sehingga layanan perempuan dan anak korban kekerasan harus diberikan secara komprehensif dan…
Siaran Pers, Selasa, 11 Agustus 2020

Menteri PPPA : Ajak Anak Praktikkan Nilai Pancasila dalam kehidupan Nyata (105)

Di tengah arus globalisasi yang kuat, ancaman intoleransi dan perpecahan, ideologi militan, serta ketidakadilan menjadikan tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai…
Siaran Pers, Senin, 10 Agustus 2020

Optimalisasi Layanan JDIH, Kemen PPPA Sediakan Kemudahan Akses Produk Hukum terkait PPPA (104)

Jakarta (10/08) – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan suatu sistem pemanfaatan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum…