Sambutan Pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu ke-87 Tahun 2015

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1363 Kali

SAMBUTAN PADA UPACARA BENDERA

DALAM RANGKA MEMPERINGATI  HARI IBU KE-87 TAHUN 2015

Jakarta, 22 Desember 2015

DOWNLOAD FILE

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Selamat pagi dan salam sejahtera.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada pagi hari ini kita dapat hadir bersama untuk mengikuti Upacara Bendera sebagai rangkaian dari penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-87 Tahun 2015, dalam keadaan sehat wal’afiat. Pada tahun 2015 ini menjadi kebahagian kita bersama, karena upacara bendera dapat terlaksana tepat pada tanggal 22 Desember, tanggal dimana momen sejarah kebangkitan perempuan Indonesia digelorakan.

Peserta upacara yang saya hormati,

Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk mencapai kemajuan bangsa. Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita, semangat persatuan kesatuan dan kebhinekaan untuk mencapai kemerdekaan. Cita-cita dan semangat untuk mewujudkan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur inilah yang telah dideklarasikan dan digemakan untuk pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia yang selanjutnya diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu. Komitmen dan keseriusan pemerintah telah dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.

Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dan menjadi bagian dari sejarah terbentuknya negara ini. Semangat yang dilahirkan dari Peringatan Hari Ibu telah mengilhami semangat untuk mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya antara perempuan dengan kaum laki-laki, yang semakin menguatkan peran keduanya sebagai mitra sejajar dan partnership yang turut menentukan keberhasilan pembangunan. Momentum Hari Ibu diharapkan juga menjadi refleksi, introspeksi dan renungan bagi kita semua, untuk terus berinovasi dan berkreasi memajukan kiprah  perempuan sehingga mampu sebagai agent of change di semua bidang pembangunan. Perjalanan panjang selama 87 tahun, telah mengantarkan berbagai keberhasilan dan kemajuan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki untuk mewujudkan kesetaraan gender dan mampu menjawab berbagai tantangan global dan multi dimensi.

Di lain sisi bagi generasi muda peringatan Hari Ibu telah  mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang tidak pernah luntur dari para founding father dan para perempuan pejuang untuk  mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan, kesatuan dan kegotongroyongan.

Peserta upacara yang saya hormati,

Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara rangka mencapai keberhasilan pembangunan. Perempuan dan laki-laki juga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, memiliki akses atas sumber daya, terlibat dalam proses pengambilan keputusan sehingga keduanya dapat menerima manfaat pembangunan itu sesuai dengan aspirasi dan kebutuhannya.  Kerangka pembangunan baik jangka menengah ataupun jangka panjang juga telah menempatkan isu perempuan (dan anak) menjadi salah satu prioritas dan isu strategis pemerintah. Komitmen internasional tentang perempuan dan anak, bahkan terus menjadi bagian yang senantiasa ”diperjuangkan”. Hal ini ditunjukkan dengan disepakatinya komitmen dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Suistainable Development (SDG’s) yang dalam salah satu indikatornya berkorelasi kuat dengan isu perempuan (dan anak perempuan)

Berbagai kemajuan telah dicapai untuk peningkatan kualitas hidup dan kemandirian perempuan di berbagai bidang strategis, namun tidak dipungkiri bahwa masih banyak pending matter bagi pemerintah, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak untuk perempuan (dan anak). Bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu (PHI)  ke-87 Tahun 2015 tema yang diangkat adalah ”Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawa Cita sebagai salah satu agenda nasional.

Saat ini harus diakui telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai oleh kaum perempuan Indonesia, namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan dan anak dengan jumlah hampir 80% dari total penduduk yang ada, masih menjadi kelompok masyarakat yang rentan dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya. Untuk itu tema tersebut di atas diusung dalam  rangka memberikan penyadaran kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat (public awareness) tentang urgensi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perlindungan perempuan (dan anak) dari segala bentuk kekerasan.

Peserta upacara yang saya hormati,

Bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu ke-87 Tahun 2015 ini, kami ingin mempertegas bahwa pelibatan dan peningkatan peran kaum laki-laki dan keluarga dalam pembangunan juga menjadi hal yang harus terus ”dikampanyekan” untuk menjadi satu gerakan massive dan berkesinambungan dalam rangka penghapusan segala bentuk kekerasan dan perlakuan  diskriminatif lainnya terhadap perempuan (dan anak).  Fakta di lapangan menunjukkan  bahwa maraknya berbagai bentuk kekerasan  serta kompleksitas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat saat ini seperti : kekerasan, kejahatan seksual, trafficking, pornografi, Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan lainnya disebabkan karena runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga. Untuk itu ketahanan keluarga (melalui penanaman nilai-nilai budi pekerti, keimanan dan ketakwaan) menjadi salah satu pilar untuk menjawab dan mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Akhirnya, kami mengajak semua perempuan untuk terus berkarya, memiliki kemandirian, kreatif, inovatif, percaya diri dan berkualitas sehingga bersama laki-laki menjadi sumber daya potensial dalam membangun bangsa saat ini dan saat mendatang.


Selamat Hari Ibu ke-87 bagi kita semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi semua langkah dan perjuangan dalam membangun bangsa dan negara tercinta.  Sekian. Terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

Yohana Yembise

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Menteri Yohana: Orang Dewasa Harusnya jadi Contoh Baik bagi Anak! (22)

Miris, pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25) pada pertengahan Bulan Ramadan kemarin diduga mempertontonkan aktivitas persenggamaan kepada…
Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Desa Bebas Pornografi Anak, Upaya Selamatkan Masa Depan Anak (29)

Kab. Agam (25/06) – Informasi yang mengandung unsur pornografi melalui internet menjadi ancaman besar bagi anak
Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (51)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…
Dokumen Kinerja, Jumat, 21 Juni 2019

LAKIP Inspektorat 2018 (33)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Buku, Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akunntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (21)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018