Perkuat Ketahanan Keluarga, Menteri PPPA Gagas Gerakan “One Student Saves One Family”

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1761 Kali

Bandung (13/6) – Mahasiswa merupakan agen perubahan. Di pundak mahasiswa lah masyarakat menyimpan harapan, agar mereka bisa mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat. Pesan tersebut  disampaikan Menteri PPPA, Yohana Yembise, dalam Orasi Ilmiahnya di hadapan wisudawan Universitas Pasundan, di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Sabtu (13/6).  Dalam kesempatan tersebut, Yohana mengingatkan bahwa fungsi dan tanggung jawab sosial yang melekat pada mahasiswa menjadi relevan untuk dikemukakan, mengingat kondisi yang dialami oleh keluarga Indonesia saat ini begitu memprihatinkan.

“Berbagai persoalan dihadapi oleh keluarga kita saat ini. Maraknya kasus-kasus kekerasan dan tindakan diskriminatif terhadap perempuan, seperti perdagangan orang (trafficking in person), kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan dan kejahatan seksual, dan berbagai persoalan lainnya sangat menuntut peran mahasiswa untuk memberikan penyadaran dan wawasan kepada masyarakat, sesuai dengan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, sehingga kondisi-kondisi negatif tersebut dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan,”ungkap Yohana.

Berkaitan dengan hal itu, Kementerian PPPA merumuskan strategi penguatan  ketahanan keluarga, yang salah satu terobosannya yakni “One Student Saves One Family”. Dalam konsep tersebut mahasiswa pada mulanya akan dibekali berbagai informasi yang lengkap terkait dengan permasalahan yang sering dan umum dihadapi oleh sebuah keluarga, dan selanjutnya diberi tugas untuk mendampingi satu keluarga, khususnya keluarga dengan kategori rentan terhadap berbagai permasalahan, terutama keluarga miskin.

“Proses pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan penyelesaian atau solusi atas persoalan-persoalan yang menimpa keluarga tersebut, atau paling tidak, dapat meringankan beban keluarga tersebut,”lanjut Menteri PPPA tersebut. Bagi Yohana, mahasiswa merupakan segmen penduduk yang secara alamiah terseleksi menjadi kelompok potensial yang dapat berperan besar dalam membangun masyarakat. Mahasiswa dipercaya memiliki potensi kecerdasan yang lebih tinggi, mempunyai idealisme yang tinggi, mempunyai semangat yang tinggi, dan energi yang tinggi. Selain itu mahasiswa juga merupakan kelompok yang peka terhadap situasi sekelilingnya. Untuk itulah, Yohana memilih kaum mahasiswa sebagai agen-agen yang akan memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia.

“Walaupun terlihat sederhana, namun gerakan one student saves one family akan dapat menjadi revolusi kebajikan yang melindungi keluarga dam membantu keluarga untuk memajukan diri dan mengembangkan kemampuan SDM di dalamnya. Jika hal ini dilakukan di seluruh negeri, maka saya sangat yakin bahwa akan terjadi perubahan yang sangat bermakna,”papar Yohana.

Dengan ketahanan keluarga dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Yohana sangat berharap mahasiswa dapat menjalani perannya untuk : 1) Menyamakan bahasa saat bermitra, sehingga hasilnya dapat menjadi maksimal; 2) Memberikan perhatian pada peningkatan kualitas anak dengan membantu program perlindungan anak, pengembangan pola asuh, pendidikan karakter, pengembangan anak usia dini, program kesehatan anak, membantu pemberian akte kelahiran gratis, dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga; 3) Membantu peningkatan kualitas remaja, yakni membantu program karang taruna, membantu pusat informasi dan konseling remaja, dan membantu program bina keluarga remaja; 4) Membantu program peningkatan kualitas hidup lansia dan pemberdayaan rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya ; dan 5) Membantu keluarga dan para anggotanya untuk mengakses sumber daya pembangunan yang ada dan menjadi bagian dari sumber daya pembangunan untuk mereka.

“Saat ini kita semakin dituntut untuk memberikan hasil kerja lebih besar lagi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mengharuskan kita untuk bercermin, agar peran kita pun semakin besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, harkat, dan martabat bangsa,”tegas Yohana di akhir sambutannya.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (25)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (32)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (25)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (64)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (83)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"