Menteri PP dan PA Mendesak Kepolisian Mengusut Tuntas Kasus Hilangnya Angeline

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1006 Kali

Menteri PP-PA, Yohana Yembise yang didampingi oleh Kepala Bagian Pengaduan Masyarakat, Sudarmajii meninjau rumah Ibu Angkat Angeline di Sanur Bali.

 

Jakarta (6/6) – Kasus hilangnya seorang anak berusia delapan tahun, Angeline mengundang keprihatinan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA), Yohana Yembise. Didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, Ketua P2TP2A Kota Denpasar, dr. Lely dan aparat kepolisian mendatangi kediaman Angeline di Jalan Sedap Malam No. 26, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (6/6). Namun, tidak ada satu pun keluarga yang dapat ditemui oleh Menteri Yohana padahal pihak-pihak terkait telah memberitahu jika Menteri Yohana akan datang mengunjungi rumah tersebut.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar dapat segera menemukan Angeline yang sudah hilang sejak tiga pekan lalu. Saya menduga Angeline mendapatkan kekerasan fisik dimana pelakunya dapat dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002 yang diubah menjadi Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman 5 – 15 tahun penjara ditambah sepertiga hukuman dan denda lima (5) milyar rupiah,” ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise usai melihat kondisi rumah Angeline.

Dari kediaman Angeline, Menteri Yohana kemudian mendatangi sekolah Angeline yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumah. Berdasarkan perbincangan Menteri Yohana dengan Kepala Sekolah dan Wali Kelas Angeline, siswi kelas II-B SD Negeri 12 Sanur tersebut dikenal sebagai anak yang pendiam dan tertutup. Angeline juga tidak terlalu menonjol dalam bidang akademis. Pakaian kumal dan badan yang berbau tidak sedap kerap kali menjadi bahan cemoohan teman-temannya. Sebelum meninggalkan SD Negeri 12 Sanur, Menteri Yohana sempat mendatangi kelas II-B dan berbincang dengan teman-teman sekelas Angeline. “Saya ingin Angeline segera ditemukan agar dapat bersekolah, bersosialisasi, dan bermain kembali dengan teman-temannya,” kata Menteri Yohana.

Menteri Yohana mengaku tidak mau menarik kesimpulan atas hilangnya Angeline. Namun, Kementerian PP dan PA akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan pencarian Angeline hingga dapat ditemukan dengan harapan dalam kondisi selamat. “Saya meminta aparat kepolisian bekerjasama dan bersinergi dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali dan P2TP2A Kota Denpasar agar segera dapat menemukan keberadaan Angeline. Saya berharap sinergi ke-tiga lembaga tersebut dapat menjadi model bagi penanganan kasus perempuan dan anak di berbagai wilayah di Indonesia agar kasus serupa tidak terulang kembali,” tutup Menteri Yohana mengakhiri kunjungannya ke Denpasar, Bali. [MRA]

 

Foto Terkait:

 

Menteri Yohana berbincang ke salah satu teman sekolah Angeline di SD Negeri 12 Sanur

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (22)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (25)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (223)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (91)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (244)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…