Menteri PP dan PA akan Segera Bentuk Satgas Guna Mengantisipasi dan Penanganan Kasus Penelantaran Anak

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1815 Kali
 Menteri PP dan PA, Ibu Yohana Yembise bersama Ibu Herlinda, Komisioner KPAI dan anak-anak mendengarkan seksama dongeng yang dibawakan oleh Kakak Iki di Jakarta (18/5). 

 

Jakarta (18/5) – Dalam waktu dekat Menteri PP dan PA, Yohana Yembise akan menemui orang tua penelantar anak di Polda Metro Jaya untuk mengetahui lebih jelas lagi kasus penelantaran yang dilakukan oleh mereka. Hal ini dimaksudkan agar langkah yang diambil dalam penanganan kasus lebih tepat, salah satunya perihal hak asuh kepada kelima korban.

“Pancabutan atas hak asuh kelima anak korban penelantaran tersebut masih akan dikaji lagi sehingga benar-benar sesuai kepentingan terbaik bagi anak.  Jika pun dipindahkan hak asuhnya, maka Negara akan melakukan verifikasi terhadap calon keluarga baru agar dikemudian waktu tidak terjadi masalah,” ujar Menteri PP dan PA saat mengunjungi anak-anak korban penelantaran oleh orangtuanya di Jakarta, (18/5).

Penelantaran dan kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran hukum dan perlu tindakan tegas. Seperti yang telah dilakukan kedua orang tua L (10), C (10), AD (8), AL (5), dan DN (4), mereka bisa saja melanggar Undang-Undang No 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidupnya, tumbuh dan berkembang. Orang tua yang melanggar akan dihukum penjara maksimal lima tahun serta denda maksimal Rp 100 juta.

Sesampainya di rumah aman, Menteri PP dan PA bersama Ibu Herlinda, KPAI dan Arist Merdeka dari Komnas PA bersama-sama anak-anak penghuni panti lainnya mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kakak Iki Yosan tentang Anak Pemberani. Hal ini dimaksudkan untuk mencairkan suasana anak-anak korban kekerasan sekaligus sebagai terapi bagi anak yang telah mengalami trauma. Kunjungan Menteri PP dan PA yang berlangsung selama 4 jam telah memberikan semangat baru bagi anak-anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise selanjutnya menegaskan bahwa dirinya berencana akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani berbagai kasus kekerasan, khussnya terhadap perempuan dan anak. “Sampai saat ini belum diketahui nama satgas yang akan dibentuk, namun tujuan pembentukan satgas ini diharapkan dapat memberikan penanganan kasus seperti ini dengan cepat,” kata Menteri Yohana

Lebih lanjut, Menteri Yohana mengatakan bahwa satgas tersebut nanti akan melibatkan pihak-pihak terkait baik pemerintah, swasta dan masyarakat. “Kita akan melibatkan Kemensos, Polri, KPAI, ibu-ibu PKK, ibu-ibu Bhayangkari, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan juga Tokoh Adat," lanjut Menteri Yohana. Mereka dianggap bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mampu memantau berbagai isu sosial yang ada di sekitarnya. [ATK]

Foto Terkait:

 
Salah satu dari anak korban kekerasan peenlantaran oleh kedua orangtuanya menunjukan hasil gambar yang baru ia buat kepada Menteri PP dan PA, Ibu Yohana Yembise.
Menteri PP dan PA, Ibu Yohana Yembise membawakan perlengakapn gambar serta buku cerita dongeng anak. Buku cerita dongeng diharapkan dapat membatu anak-anak menghilangkan traumanya dengan pesan-pesan positif dan memupuk optimisme di diri anak.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 10 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 16 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 32 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 71 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 83 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…