Temui Keluarga Siti Zaenab,Yohana Sampaikan Duka Cita Mendalam

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1049 Kali

Menteri Yohana sampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga Siti Zaenab saat mengunjungi langsung kediaman Siti di Bangkalan (19/4)

 

Bangkalan (19/4)- Menteri PP dan PA,Yohana Yembise, berkesempatan mengunjungi rumah keluarga Siti Zaenab,TKW yang dieksekusi mati di Arab Saudi,belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, Yohana secara langsung menyatakan kedukaannya yang mendalam, dan ikut berbela sungkawa atas apa yang terjadi pada Siti Zaenab. Pernyataan tersebut langsung Ia ungkapkan pada kakak, putra pertama, juga kerabat dari almarhumah, di rumah duka, Desa Matrajasah, Kecamatan Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada hari Minggu (19/4).

"Ini tentunya masih menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk menyelesaikannya, dan saya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan duka cita yang mendalam atas apa yang menimpa Ibu Siti Zaenab. Saya berharap Ia mendapat tempat yang terbaik di sisi Yang Kuasa,"ungkap Yohana. Di hadapan Wakil Bupati Bangkalan, Mondir Rofii, yang juga hadir dalam kunjungan tersebut, Yohana mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan untuk bekerjasama dan turut aktif dalam upaya pemberdayaan perempuan,sehingga perempuan-perempuan Indonesia tak perlu lagi bekerja di luar negeri.

"Saya minta kerjasama dari Badan PP juga Pemda Kabupaten,agar bagaimana perempuan-perempuan yang terampil bisa bekerja di sini dan ikut serta membangun Bangkalan. Karena saat ini pemerintah pun menghentikan pengiriman PLRT ke luar negeri,"kata Yohana. Yohana juga menambahkan bahwa Ia akan terus berusaha memperhatikan TKW yang jumlahnya mencapai angka 3,7 juta jiwa tersebut, dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sebagai upaya pencegahan ke depan,Yohana juga menyebutkan bahwa KPP dan PA akan memberikan perhatian khusus dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan perempuan yang akan bekerja di luar negeri.Sehingga diharapkan,mereka yang akan berangkat bekerja memiliki keterampilan yang mumpuni,baik dari segi bahasa,maupun keterampilan khusus lainnya. Yohana pun berjanji akan membawa kasus Siti Zaenab,juga TKW lain yang sedang menanti hukuman mati,ke Sidang Kabinet sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mencari solusi agar tidak ada lagi kasus serupa di masa datang.

Siti Zaenab sebelumnya diketahui bekerja di Malaysia.Namun,Ia berpindah dan mencoba peruntungan di Arab Saudi,hingga terbelit kasus yang berujung pada eksekusi mati, beberapa hari yang lalu. Kepada Yohana,keluarga almarhumah pun mengungkapkan keinginan mereka untuk berziarah ke makam Siti Zaenab yang berada di Kota Madinah.

"Sebelumnya kami sudah dijanjikan pemerintah untuk bisa berziarah ke sana,kami minta bantuan Ibu agar rencana yang sudah ada tersebut bisa terlaksana,"ungkap kakak dari Siti Zaenab kepada Menteri Perempuan pertama dari Papua tersebut.[HN]

 

Foto Terkait:

Menteri Yohana saat menunjukkan foto Siti Zaenab, TKW yang dieksekusi mati di Arab Saudi belum lama ini.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (11)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Palu Pulih, Perempuan dan Anak Palu Harus Bangkit! (46)

Bencana gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 7 SR disusul tsunami dan likuifasi yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, pada…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Toreh Banyak Prestasi, Kab. Sleman Jadi Salah Satu Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (57)

Kab.Sleman (18/09) “Anak Sleman, Anak Kita Semua”. Slogan tersebut bukanlah sekadar kata – kata bagi Kabupaten Sleman. Prestasi yang ditoreh…
Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (53)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (43)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang