Pelatihan Pelaporan Kekerasan Berbasis ICT

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1712 Kali

Seluruh peserta berfoto bersama di hari pertama pelatihan

 

Kementerian KPP-PA RI bekerjasama dengan APWINC (Asia Pasific Women's Information Network Center) meyelenggarakan Pelatihan Pelaporan Kekerasan Berbasis ICT yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2015- 2 April 2015, bertempat di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali para peserta yang terdiri dari unsur KPP-PA, P2TP2A DKI Jakarta, Badan PP-PA DKI Jakarta dan Organisasi Masyarakat Sipil yang bekerja di bidang komunikasi dan teknologi informasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dr. Kyung Mi Kim saat memberikan sambutan di awal acara

Selama pelatihan berlangsung, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama diperuntukkan bagi Telecenter Operator, juga LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kelompok kedua yakni sebagai penyedia layanan pelaporan kekerasan berbasis ICT, yang dinamakan e-daman, yakni dari pihak Pengaduan Masyarakat KPP dan PA, Badan PP, juga P2TP2A. Hari pertama pelatihan diperuntukkan untuk kedua kelompok tersebut. Acara dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Perlindungan Perempuan KPP dan PA, Mudjiati, dilanjutkan dengan paparan mengenai layanan e-service yang ada di Korea yang disampaikan oleh Dr. Kyung Mi Kim dari Sookmyung Women’s University, Korea. Peserta juga kemudian mendapat pandangan lain mengenai e-service di Indonesia, khususnya terkait pelaporan kekerasan, yakni e-daman dari Asisten Deputi Data dan Informasi Gender KPP dan PA, Budi Mardaya.

Deputi Bidang Perlindungan Perempuan, Mudjiati, saat menyampaikan sambutannya

 

Hari kedua pelatihan diperuntukkan bagi kelompok pertama, yakni pihak yang akan memakai layanan e-service, diantaranya LSM. Para peseta dibekali dengan materi “e-service Practice with Wordpress e-daman and ASEAN Toolkit” yang disampaikan oleh Mr. Hwang Ho Yean, dari APWINC. Setelah paparan materi, peserta melakukan Workshop tentang bagaimana mempromosikan e-service kapada perempuan lokal, melalui diskusi grup dan presentasi, yang juga dipandu oleh Dr. Kyung Mi Kim.

Suasana saat pelatihan berlangsung, seluruh peserta antusias mengikuti pelatihan

 

Hari ketiga pelatihan, diperuntukkan bagi kelompok kedua, yakni penyedia layanan e-daman dari Pengaduan Masyarakat KPP dan PA, Badan PP, dan P2TP2A. Peserta berlatih mengenai layanan e-daman dan trouble shooting tentang layanan tersebut, yang disampaikan oleh Mr. Hwang Ho Yean. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama seluruh peserta, baik kelompok satu maupun kelompok dua. Adapun di hari terakhir, peserta mengikuti forum evaluasi dengan format diskusi panel yang juga menjadi akhir dari rangkaian pelatihan pelaporan kekerasan berbasis ICT tersebut.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (16)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (27)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (408)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (104)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (90)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019