Pelatihan Pelaporan Kekerasan Berbasis ICT

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1963 Kali

Seluruh peserta berfoto bersama di hari pertama pelatihan

 

Kementerian KPP-PA RI bekerjasama dengan APWINC (Asia Pasific Women's Information Network Center) meyelenggarakan Pelatihan Pelaporan Kekerasan Berbasis ICT yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2015- 2 April 2015, bertempat di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali para peserta yang terdiri dari unsur KPP-PA, P2TP2A DKI Jakarta, Badan PP-PA DKI Jakarta dan Organisasi Masyarakat Sipil yang bekerja di bidang komunikasi dan teknologi informasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dr. Kyung Mi Kim saat memberikan sambutan di awal acara

Selama pelatihan berlangsung, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama diperuntukkan bagi Telecenter Operator, juga LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kelompok kedua yakni sebagai penyedia layanan pelaporan kekerasan berbasis ICT, yang dinamakan e-daman, yakni dari pihak Pengaduan Masyarakat KPP dan PA, Badan PP, juga P2TP2A. Hari pertama pelatihan diperuntukkan untuk kedua kelompok tersebut. Acara dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Perlindungan Perempuan KPP dan PA, Mudjiati, dilanjutkan dengan paparan mengenai layanan e-service yang ada di Korea yang disampaikan oleh Dr. Kyung Mi Kim dari Sookmyung Women’s University, Korea. Peserta juga kemudian mendapat pandangan lain mengenai e-service di Indonesia, khususnya terkait pelaporan kekerasan, yakni e-daman dari Asisten Deputi Data dan Informasi Gender KPP dan PA, Budi Mardaya.

Deputi Bidang Perlindungan Perempuan, Mudjiati, saat menyampaikan sambutannya

 

Hari kedua pelatihan diperuntukkan bagi kelompok pertama, yakni pihak yang akan memakai layanan e-service, diantaranya LSM. Para peseta dibekali dengan materi “e-service Practice with Wordpress e-daman and ASEAN Toolkit” yang disampaikan oleh Mr. Hwang Ho Yean, dari APWINC. Setelah paparan materi, peserta melakukan Workshop tentang bagaimana mempromosikan e-service kapada perempuan lokal, melalui diskusi grup dan presentasi, yang juga dipandu oleh Dr. Kyung Mi Kim.

Suasana saat pelatihan berlangsung, seluruh peserta antusias mengikuti pelatihan

 

Hari ketiga pelatihan, diperuntukkan bagi kelompok kedua, yakni penyedia layanan e-daman dari Pengaduan Masyarakat KPP dan PA, Badan PP, dan P2TP2A. Peserta berlatih mengenai layanan e-daman dan trouble shooting tentang layanan tersebut, yang disampaikan oleh Mr. Hwang Ho Yean. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama seluruh peserta, baik kelompok satu maupun kelompok dua. Adapun di hari terakhir, peserta mengikuti forum evaluasi dengan format diskusi panel yang juga menjadi akhir dari rangkaian pelatihan pelaporan kekerasan berbasis ICT tersebut.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (93)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…