ASEAN Consultation of Cultural and Religious Practice Impacting on the Right of Childern

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3335 Kali

Jakarta (22/11). Bertempat di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Sekretariat ASEAN dan UNICEF East Asia Pacific Regional Office melaksanakan Konsultasi Regional Praktek Budaya dan Agama yang Berpengaruh Terhadap Pemenuhan Hak Anak. Konsultasi dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut yaitu dari tanggal 18-20 November 2014.

‘Tujuan konsultasi ini adalah untuk mengidentifikasi praktek-praktek budaya dan ritual agama yang membawa dampak bagi pemenuhan hak anak baik dampak positif maupun negatif’ demikian dijelaskan Ibu Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam sambutan pembukaannya.

‘identifikasi tersebut perlu sebagai langkah awal untuk membuat kebijakan yang responsive anak dalam bidang agama dan budaya serta untuk menemukan solusi implementatif atas permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait isu agama dan budaya dalam upaya pemenuhan hak anak’ imbuh Menteri Yohana.

Wakil Indonesia pada Komisi ASEAN untuk Promosi dan Perlindungan Hak Anak, Ahmad Taufan Damanik, menjelaskan bahwa konsultasi ini penting untuk melindungi anak dari beragam bentuk kekerasan dan diskriminasi hak anak yang mengatasnamakan agama dan budaya serta untuk mempromosikan lebih lanjut praktek-praktek budaya dan ritual agama yang memiliki kontribusi positif bagi pemenuhan hak anak.

‘Adanya praktek agama dalam Islam yang memerintahkan agar anak disusui selama 2 tahun adalah salah satu contoh bentuk dukungan pemenuhan hak anak dalam praktek agama. Meskipun demikian, ada banyak praktek lainnya yang justru menghambat pemenuhan hak anak seperti praktek pernikahan dini’, demikian disampaikan Pak Taufan.

Konsultasi ini melibatkan para pemangku kebijakan langsung dalam pemenuhan hak anak yang terdiri dari tokoh agama, budaya, pemerintah, akademisi, praktisi, pemerhati anak dan forum anak dari seluruh negara anggota ASEAN. Konsultasi ini juga menghadirkan Prof. Gamal Serour, Director of the International Islamic Center for Population Universitas Al-Azhar yang menekankan pentingnya merujuk pada sumber yang otentik dan kuat dalam menafsirkan beragam ajaran Islam.

‘salah satu sumber hukum Islam yang seolah-olah menjadi justifikasi perlakukan diskriminatif kepada anak-anak dan perempuan adalah hadist, disini saya menghimbau untuk selalu melihat kepada hadist yang otentik dan kuat dalam menafsirkan ajaran agama dikarenakan banyak hal yang sebenarnya bukan ajaran agama dianggap sebagai ajaran agama hanya karena ia berasal dari dunia Arab’ demikian disampaikan Prof Gamal.

Pada kesempatan ini, 4 orang anak Indonesia yang berasal dari Forum Anak Payukumbuh, Bangka Belitung, Surakarta dan Jakarta diberikan kesempatan khusus untuk melakukan presentasi atas praktek budaya dan agama yang berpengaruh pada pemenuhan hak anak dari perspektifnya. ‘Pelibatan anak-anak ini adalah salah satu upaya pemenuhan hak partisipasi anak sehingga suara mereka memang benar-benar didengar dan diakomodir dalam kegiatan dan pembuatan kebijakan yang langsung atau tidak langsung berpengaruh pada mereka’ Pak Taufan Damanik menegaskan tentang pelibatan anak pada Konsultasi ini.

Konsultasi ini ditutup oleh Deputi Menteri Bidang Perlindungan Anak KPP-PA, Dr. Wahyu Hartomo, setelah sebelumnya dilaksanakan identifikasi komitmen masing-masing perwakilan negara yang hadir atas tindak lanjut dari hasil Konsultasi Regional ini

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 17 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 62 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 89 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 87 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 163 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…