Potret Inspiratif Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3511 Kali

Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh tanggal 23 Juli mendatang, tidak hanya diperuntukkan anak- anak yang normal saja tetapi juga untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Dalam hal ini,Yayasan Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK) menyelenggarakan Pameran Foto “Potret Inspiratif Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia” di Senayan City (21/7).

Pameran ini sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas yang seringkali keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK belum sepenuhnya dipahami dan dapat diterima oleh sebagian keluarga maupun masyarakat kita. ABK masih sering dianggap sebagai aib dan beban keluarga.  "Jika anak berkebutuhan khusus ini dapat ditangani sedini mungkin dengan baik, benar, sesuai dengan minat dan potensinya, maka mereka dapat menjadi anak yang mandiri, mempunyai prestasi yang dapat dibanggakan dalam keluarga, masyarakat dan Negara", jelas Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) telah menerbitkan Kebijakan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 10 Tahun 2011. Kebijakan tersebut berfokus pada upaya-upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak berkebutuhan khusus yang perlu dilaksanakan secara terpadu oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan berbagai lembaga masyarakat pemerhati dan yang menangani anak berkebutuhan khusus.

Pada tahun 2012, KPP-PA telah menyusun Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping. Dengan disusunnya Panduan tersebut, diharapkan para orang tua, keluarga, dan masyarakat nantinya dapat lebih memahami bagaimana sebaiknya menangani anak berkebutuhan khusus di rumah masing-masing sesuai minat, bakat dan potensi anak. KPP-PA juga telah melakukan berbagai kerjasama dengan lembaga-lembaga yang menangani anak berkebutuhan khusus antara lain: Yayasan Tunarungu Santi Rama, Yayasan Tunaganda Rawinala, Special Olympic Indonesia (SOIna) dalam bidang olahraga untuk anak berkebutuhan khusus, Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK), dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC).

Berbagai prestasi di Indonesia mapun di dunia pun telah banyak di raih oleh anak-anak yang berkebutuhan khusus ini, yaitu antara lain: Stephanie Handojo dan Christian Sitompul yang berprestasi dalam bidang renang dan mengharumkan nama Indonesia di Special Olympic World Summer Games XIII di Athena 2011; Michael Rosihan Yakub yang berprestasi dalam bidang olahraga golf, renang dan lari. Khusus lari, dia mendapat Medali Perak di Special Olympic World Summer Games di Dublin, Irlandia tahun 2003; serta anak-anak lain yang saya yakin mempunyai prestasi yang lebih banyak dan lebih baik serta membanggakan.

“Saya harap melalui pameran tentang potret anak berkebutuhan khusus di Indonesia ini, dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat agar mendukung ketersediaan akses-akses bagi anak yang berkebutuhan khusus, mendorong setiap potensi yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan mengupayakan tersedianya layanan penanganan dan pendidikan yang tepat dan efektif bagi setiap anak sebagai langkah awal mendukung masa depan yang lebih baik bagi mereka”, sambung Linda pada akhir sambutannya. [HM]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (39)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (46)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (33)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (56)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (240)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…