Anak-Anak Rumah Singgah Balarenik Diharapkan Dapat Menjadi Relawan Penyuluh Narkotika

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2121 Kali

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Rumah Singgah Balarenik, Cakung Jakarta Timur (15/7), FGD yang diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional 2014 ini mengangkat tema “Bahaya Narkotika dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak” dan dihadiri oleh 50 anak dan pendamping dari Rumah Singgah Balarenik.

Secara umum permasalahan narkotika dibagi menjadi tiga bagian yaitu adanya produksi narkotika secara gelap, perdagangan gelap narkotika dan  penyalahgunaan narkotika. Ketiga hal ini tentunya dapat melibatkan anak-anak karena mereka sangat rentan menjadi korban. Dengan demikian, bila anak-anak terlibat maka akan mengganggu tumbuh kembangnya secara optimal, dan dapat membahayakan keluarga dan lingkungan masyarakat, maupun bangsa dan negara.

Berdasarkan pada data yang dihimpun dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), menunjukkan bahwa lebih dari 50% penghuni Lapas karena kasus penggunaan narkotika. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya dari narkotika itu sendiri, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

“Dalam konteks itulah, maka dirasakan penting bagi kami untuk mengajak anak-anak semua untuk berdiskusi sebagai sarana sosialisasi tentang perihal bahaya narkotika dan dampaknya bagi kalian, serta saya berharap kalian dapat menjadi relawan penyuluh bagi teman-teman sebaya kalian.” ujar Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat memulai dialog dengan anak-anak dari Rumah Singgah Balarenik.

Melalui diskusi ini, diharapkan anak-anak, pendamping dan orangtua menyadari dan memahami tentang bahaya narkotika dan dampaknya bagi tumbuh kembang anak, anak-anak menyadari pentingnya membentengi diri dengan membangun lingkungan sehat dan aktivitas positif agar terhindar dari pengaruh narkotika, dan yang paling utama adalah anak-anak dapat berperan aktif sebagai “relawan penyuluh” tentang bahaya narkotika kepada sesama anak, di wilayah masing-masing termasuk melalui berbagai saluran media dan jejaring sosial.Pada kesempatan ini, dihadiri pula Direktur Advokasi BNN, dr. Victor Pudjiadji, SpB, FICS, DFM dan Ketua Yayasan LKSA Balarenik, Agusman, A.KS yang ikut berdiskusi dengan anak-anak jalanan di Rumah Singgah Balarenik.? [HM]

 

Foto Terkait:

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 50 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 118 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 81 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…

Siaran Pers, Rabu, 07 April 2021

Perempuan dalam Pusaran Terorisme, Harus Dicegah Bersama ( 117 )

Jakarta (07/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Siaran Pers, Selasa, 06 April 2021

Perempuan Bangga Berkebaya, Pemersatu Identitas Budaya Bangsa  ( 138 )

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya…