Sampaikan Pesan Kebersamaan Melalui Film

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1043 Kali

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar Berfoto Bersama dengan Produser Film "Cahaya Dari Timur", Glenn Fredly dan anak-anak yang ikut serta dalam Nonton Bareng

 

Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menyampaikan pesan pada masyarakat mengenai kebersamaan dan perlindungan terhadap anak.Namun, jalan yang paling mudah diterima adalah melalui budaya dan olahraga. Setidaknya begitulah kesan yang disampaikan Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar, setelah menghadiri acara nonton bersama Film Cahaya Dari Timur , di XXI Plasa Senayan, Jakarta, Selasa (1/7) kemarin. “Budaya dan olahraga menjadi jalur yang paling mudah dilakukan untuk dapat memotivasi dan membangun semangat kebersamaan. Film ini mengingatkan kita sebuah pembelajaran penting tentang tujuan berbangsa dan bernegara, yakni persaudaraan dan cinta tanah air,” ungkap Linda mengapresiasi film besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Linda juga menyampaikan bahwa film yang dibuat sejak empat tahun lalu ini menggambarkan betapa anak-anak sangat rentan terhadap masalah konflik. Namun, seperti yang juga disampaikan dalam runutan film tersebut, anak-anak bisa menjadi bagian penting sebagai pemersatu masyarakat. “Film yang diangkat dari cerita nyata ini memperlihatkan bagaimana sosok tokoh utama, Sani, dengan tekadnya mencegah dan melindungi anak-anak dari bahaya konflik. Ia akhirnya berhasil mengajak dan mengumpulkan anak-anak yang memiliki talenta bermain bola, hingga akhirnya bisa membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan di Maluku ketika terjadi konflik, “cerita Linda.

Hadir juga dalam kesempatan itu para pemeran film Cahaya Dari Timur, yakni Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara,  Chicco Jericho yang memerankan tokoh utama Sani Tawainella, Aufa Assegaf sebagai Hari Zamhari “Jago” Lestaluhu, juga Glenn Fredly yang memainkan peran sebagai Kakak Sufyan, sekaligus juga membersamai Angga menjadi produser dalam film tersebut. Setelah tayang di bioskop, film ini akan ditayangkan melalui layar tancap di 100 titik kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Di Maluku sendiri, film ini baru tayang di Ambon, dan selanjutnya akan dibawa ke semua kota/kabupaten di Maluku. “Saya kira masyarakat perlu menonton film ini, sebagai pengingat untuk terus membangun rasa saling menghormati, toleransi, juga saling menghargai. Jika dalam film itu lingkupnya Maluku, maka dalam hal ini kita dapat merefleksikannya untuk Indonesia,”tegas Linda di akhir pembicaraan. [HN]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (48)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (57)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (653)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (656)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (764)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…