Sampaikan Pesan Kebersamaan Melalui Film

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1153 Kali

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar Berfoto Bersama dengan Produser Film "Cahaya Dari Timur", Glenn Fredly dan anak-anak yang ikut serta dalam Nonton Bareng

 

Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menyampaikan pesan pada masyarakat mengenai kebersamaan dan perlindungan terhadap anak.Namun, jalan yang paling mudah diterima adalah melalui budaya dan olahraga. Setidaknya begitulah kesan yang disampaikan Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar, setelah menghadiri acara nonton bersama Film Cahaya Dari Timur , di XXI Plasa Senayan, Jakarta, Selasa (1/7) kemarin. “Budaya dan olahraga menjadi jalur yang paling mudah dilakukan untuk dapat memotivasi dan membangun semangat kebersamaan. Film ini mengingatkan kita sebuah pembelajaran penting tentang tujuan berbangsa dan bernegara, yakni persaudaraan dan cinta tanah air,” ungkap Linda mengapresiasi film besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Linda juga menyampaikan bahwa film yang dibuat sejak empat tahun lalu ini menggambarkan betapa anak-anak sangat rentan terhadap masalah konflik. Namun, seperti yang juga disampaikan dalam runutan film tersebut, anak-anak bisa menjadi bagian penting sebagai pemersatu masyarakat. “Film yang diangkat dari cerita nyata ini memperlihatkan bagaimana sosok tokoh utama, Sani, dengan tekadnya mencegah dan melindungi anak-anak dari bahaya konflik. Ia akhirnya berhasil mengajak dan mengumpulkan anak-anak yang memiliki talenta bermain bola, hingga akhirnya bisa membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan di Maluku ketika terjadi konflik, “cerita Linda.

Hadir juga dalam kesempatan itu para pemeran film Cahaya Dari Timur, yakni Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara,  Chicco Jericho yang memerankan tokoh utama Sani Tawainella, Aufa Assegaf sebagai Hari Zamhari “Jago” Lestaluhu, juga Glenn Fredly yang memainkan peran sebagai Kakak Sufyan, sekaligus juga membersamai Angga menjadi produser dalam film tersebut. Setelah tayang di bioskop, film ini akan ditayangkan melalui layar tancap di 100 titik kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Di Maluku sendiri, film ini baru tayang di Ambon, dan selanjutnya akan dibawa ke semua kota/kabupaten di Maluku. “Saya kira masyarakat perlu menonton film ini, sebagai pengingat untuk terus membangun rasa saling menghormati, toleransi, juga saling menghargai. Jika dalam film itu lingkupnya Maluku, maka dalam hal ini kita dapat merefleksikannya untuk Indonesia,”tegas Linda di akhir pembicaraan. [HN]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (13)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…
Dokumen Kinerja, Jumat, 21 Juni 2019

LAKIP Inspektorat 2018 (19)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Buku, Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akunntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (16)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Program Kerja Pengawasan , Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (15)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Siaran Pers, Kamis, 20 Juni 2019

Ramah Anak, Tanggung Jawab Media dalam Produk Jurnalistik (116)

Jakarta (19/06) – Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh dalam Sosialisasi Pemberitaan Media Ramah Anak di Jakarta (19/06)